Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

“Fogging” Bikin Puluhan Santri Keracunan

Puluhan santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bahrul Ulum, Desa Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menghirup asap dari penyemprotan untuk memberantas nyamuk (fogging) oleh pemerintah desa setempat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 November 2016  |  16:57 WIB
“Fogging” Bikin Puluhan Santri Keracunan
Fogging - Antara

Bisnis.com, JOMBANG - Puluhan santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bahrul Ulum, Desa Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menghirup asap dari penyemprotan untuk memberantas nyamuk (fogging) oleh pemerintah desa setempat.

Bagian Keamanan PP Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Tito, di Jombang, Senin (21/11/2016), mengemukakan keracunan itu terjadi pada Minggu (20/11/2016) sore.

Dia awalnya mendapatkan informasi sejumlah santri merasa sesak napas tidak lama setelah fogging di area pondok.

"Para santri masuk ke kamar ambil makanan dan itu juga setelah jam sekolah, banyak dari mereka yang kondisi perutnya masih kosong, lalu menghirup itu dan sesak nafas," katanya pada wartawan di Jombang.

Ada sekitar 27 santri yang mengalami sakit, dengan gejala serupa. Selain sesak nafas, mereka juga mengalami pusing, hingga mual. Karena jumlah santri yang sakit banyak, akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, dugaan sementara, para santri putri tersebut mengalami keracunan yang mereka keluhkan setelah fogging.

Untuk memastikan penyebab keracunan, dinas kesehatan masih meneliti kandungan obat dalam fogging. Nantinya, dari hasil observasi dinas kesehatan itu, akan dijadikan sebagai bahan evaluasi, khususnya obat-obatan yang digunakan dalam kegiatan itu. Untuk saat ini, rumah sakit memberikan penangaanan para pasien, agar kondisi mereka lebih baik.

"Rata-rata mereka mengalami sesak, mual, muntah dan lemas. Jadi, itu yang harus kami tangani dengan memberikan beberapa tindakan lain," katanya.

Dia pun meminta para santri harus mencuci bersih baju serta beragam alat yang terkena pengasapan itu, sebagai upaya mencegah hal serupa terjadi. Bahkan, jika ada yang merasa sesak harus segera mendapatkan bantuan, sebab jika dibiarkan saja bisa berbahaya.

Hingga saat ini, masih ada belasan santri yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Kondisi mereka masih lemah setelah mual dan muntah. Beberapa di antaranya juga mengalami dehidrasi, sehingga harus ditangani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fogging nyamuk santri

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top