Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes Bakal Beri Vaksin Rubela Mulai Agustus 2017

Kementerian Kesehatan akan mulai memberikan vaksin campak Jerman atau measles rubella kepada anak perempuan umur 9 bulan – 15 tahun yang diperkirakan sekitar 17 juta anak.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 28 November 2016  |  22:20 WIB
Ilustrasi-Vaksin - Reuters
Ilustrasi-Vaksin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan akan mulai memberikan vaksin campak Jerman atau measles rubella kepada anak perempuan umur 9 bulan – 15 tahun yang diperkirakan sekitar 17 juta anak.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi mengatakan Kementerian Kesehatan bakal mulai memberikan vaksin rubela atau mumps measles rubella (MMR) kepada 17 juta anak pada Agustus 2017. Untuk percobaan pertama akan dilakukan di DKI Jakarta dan Yogyakarta.

“Pada Agustus – September [2017], 183 kabupaten kami sapu. Anak 0 sampai 5 tahun kita imunisasi tambahan. Tahun depan kami mulai masukkan vaksin MMR,” kata Jane, Senin (28/11/2016).

Nantinya, pemberian vaksin rubela akan diberikan kepada anak perempuan pada usia 9 bulan – 15 tahun dengan dua fase, yaitu fase pertama di wilayah Jawa pada Agustus – September 2017. Kedua, diberikan pada Agustus – September 2018 di luar Jawa.

Adapun sosialisasi untuk memperkenalkan vaksin MR kepada masyarakat bakal rutin dilakukan pada 2017-2018.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan vaksinasi campak pada 28 provinsi dan 183 kabupaten.

“Jadi kelompok umur 0-15 tahun dijumlahkan sekitar 17 juta anak. Lalu dikali [harga vaksin] Rp160.000. Itu baru [dana] vaksinnya, belum termasuk operasionalnya. Kalau operasional dari APBN. Vaksinnya dari Serum Institute of India,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes vaksin imunisasi
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top