Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menghilangkan Nikotin Itu Sulit

Nikotin yang berasal dari asap pembakaran rokok kemudian menempel di berbagai benda bisa bertahan berbulan-bulan dan membahayakan bagi orang yang menghirupnya, kata Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan RSUP Persahabatan dr Agus Dwi Susanto.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Januari 2017  |  16:35 WIB
Menghilangkan Nikotin Itu Sulit
Asap rokok - Pixabay
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nikotin yang berasal dari asap pembakaran rokok kemudian menempel di berbagai benda bisa bertahan berbulan-bulan dan membahayakan bagi orang yang menghirupnya, kata Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan RSUP Persahabatan dr Agus Dwi Susanto.

Agus dalam diskusi bahaya asap rokok di Jakarta, Jumat (27/1/2017), mengatakan, asap rokok yang menempel dan menetap di berbagai benda seperti di baju, topi, sofa, gorden, karpet bisa membahayakan orang di sekitar yang menghirupnya apabila terus terakumulasi.

Agus menjelaskan, third hand smoke yaitu orang yang menghirup zat-zat berbahaya pada rokok dari benda-benda yang terpapar asap rokok. Sementara, second hand smoke, adalah perokok sekunder atau orang yang menghirup langsung asap rokok dari perokok di sekitarnya, juga biasa disebut perokok pasif.

"Kalau terakumulasi bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya yang disebabkan oleh rokok," kata Agus.

Dia memaparkan, benda yang tertempel oleh nikotin harus segera dibersihkan, karena apabila dibiarkan akan bertahan berbulan-bulan.

"Menghilangkan nikotin itu sulit lho. Kalau menempel di tembok itu harus benar-benar, dikerok, sampai dicat ulang," kata dia.

Agus menjelaskan, penelitan RSUP Persahabatan baru-baru ini di wilayah Jakarta Timur, anak-anak dan ibu yang tinggal serumah dengan ayah yang merokok memilki kadar nikotin dalam urin lebih tinggi empat sampai lima kali lipat dibanding dengan keluarga yang tidak merokok.

Jika terpapar asap rokok secara langsung maupun tidak langsung secara kontiniu, lanjut dia, bisa mengakibatkan berbagai penyakit seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), jantung, kanker, stroke, dan lainnya.

Penyakit yang timbul karena disebabkan terpapar asap rokok secara langsung atau tidak langsung, kata Agus, biasanya muncul setelah 10 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikotin

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top