Deretan Artis Bacakan Puisi Manusia Istana Malam Ini

Teater Kosong dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation serta bekerjasama dengan OZ Production dan Kasni Production mempersembahkan sebuah pertunjukan teatrikal puisi berjudul Manusia Istana.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 Januari 2017  |  08:41 WIB
Deretan Artis Bacakan Puisi Manusia Istana Malam Ini
Marcella Zalianty - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-Teater Kosong, Bakti Budaya Djarum Foundation serta bekerjasama dengan OZ Production dan Kasni Production akan menampilkan pertunjukan teatrikal puisi berjudul Manusia Istana berupa karya-karya dalam antologi buku terbaru Radhar Panca Dahana pada tanggal 28 Januari 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.  

"Pertunjukan Manusia Istana ini dikemas secara kekinian sehingga lebih mudah diapresiasi oleh masyarakat terutama generasi muda. Upaya untuk mengangkat karya sastra ke dalam seni pertunjukan ini didukung pula oleh enam aktris berbakat dan dua kelompok musik kenamaan Indonesia. Hal ini diharapkan dapat merangkul masyarakat Indonesia untuk lebih tertarik dan mencintai dunia teater ataupun seni pertunjukan," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam keterangan persnya.  

Pementasan yang diproduksi oleh Teater Kosong ini menampilkan beberapa pekerja seni kenamaan Indonesia terbaik, di antaranya adalah Olivia Zalianty, yang juga merangkap sebagai produser, Cornelia Agatha, Marcella Zalianty, Maudy Koesnaedi, Prisia Nasution dan Dinda Kanyadewi.

Tak hanya dibacakan, beberapa puisi juga akan diekspresikan dalam bentuk lagu oleh dua kelompok musik terkemuka Indonesia, yaitu Slank dan Toni Q Rastafara.   Berbeda dengan genre seni lainnya, puisi memiliki energinya secara lebih memikat bila dibacakan dengan cara yang konservatif seperti dikenal selama ini.

Tapi dengan satu bentuk atau genre baru dimana pembacaan dilakukan dengan menggunakan seluruh elemen dramaturgis atau teatrikal, sehingga puisi dapat lebih kuat berbunyi, bermakna, dan dinikmati keindahannya.

 Dalam genre baru inilah, Manusia Istana akan dipergelarkan sehingga ia juga menjadi seni pertunjukan yang memikat, karena juga menggunakan teknologi teraktual.   "Pembacaan puisi dramatik ini adalah sebuah genre baru pertunjukan yang dimulai di Indonesia oleh Saya dan Teater Kosong lebih dari 30 tahun yang lalu. Pada saat itu, saya memanggungkan kumpulan puisi pertama saya, Simfoni Duapuluh, tahun 1985 yang terinspirasi oleh video  teatrikal dari album Bad, milik Michael Jackson. Dari situlah, setiap menerbitkan kumpulan puisi, juga kumpulan cerpen, saya menampilkan versi teatrikalnya di atas panggung," tutur Radhar.  

Dalam pertunjukannya kali ini, seniman wanita yang pastinya sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam seni peran, akan membacakan masing-masing dua buah puisi dengan gaya, karakter, hingga bentuk aktingnya sendiri-sendiri. Puisi yang dibawakan disertai tata artistik dengan obyek suara dan cahaya yang menciptakan background dan suasana kehidupan dalam puisi tersebut.

Puisi dibacakan secara perorangan maupun kolektif, menggunakan teknologi modern, video streaming dan video mapping untuk menghadirkan suasana dan latar yang hidup.   Pembacaan puisi juga diiringi musik berformat orkestral untuk pencapaian efek spektakular serta akan dibawakan secara musikal oleh pemusik-pemusik terkemuka Indonesia. "Semoga melalui pertunjukan ini, penonton dapat memahami dan merasakan isi puisi yang disampaikan oleh para seniman berbakat ini," tutup Radhar.  

Puisi yang dibawakan di pentas "Manusia Istana"  

1. Politik Itu Hutan Anakku - Radhar Panca Dahana

2. Ekonomi Plastik - Radhar Panca Dahana

3. Sepetak Sawah di Istana - Olivia Zalianty

4. Massa Tak Bermasa - Maudy Koesnaedi

5. Demonkrasi Pagi Ini - Cornelia Agatha

6. Kamar 608 Hotel M - Prisia Nasution

7. Kampanye Hari Ke-5 - Dinda Kanya Dewi

8. Parlemen Gerutu - Marcella Zalianty

9. Indonesia Jalanan - Toni Q Rastafara

10. Dari Harga Selembar Dunia - Radhar Panca Dahana

11. Di Toilet Istana - Maudy Koesnaedi

12. Reformati - Dinda Kanyadewi

13. Kopiah Sang Jenderal - Cornelia Agatha

14. Warisan Akhirmu Sukoarno - Olivia Zalianty

15. Air Mata Umara 2 - Marcella Zalianty

16. Air Mata Umara 1 - Prisia Nasution

17. Kabut Sebuah Negeri - Slank

18. Yang Sisa Di Daster Misna - Olivia, Marcella, Dinda, Maudy, Prisia & Cornelia

19. Sejilid Kritik Komik Politik - Radhar Panca Dahana

20. Hari Penghabisan Itu - Radhar, Olivia, Marcella, Dinda, Maudy, Prisia & Cornelia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teater, puisi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top