Ikan-ikan Berikut Jangan Dimakan, Ini Sebabnya

Para penggemar diet Mediterania sudah merasakan pentingnya mengonsumsi lemak sehat dari ikan dan Asosiasi Jantung Amerika mengajurkan makan ikan setidaknya dua kali seminggu.
JIBI | 29 Juni 2017 18:28 WIB
Ikan kod - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA -- Para penggemar diet Mediterania sudah merasakan pentingnya mengonsumsi lemak sehat dari ikan dan Asosiasi Jantung Amerika mengajurkan makan ikan setidaknya dua kali seminggu.

Tapi kenyataannya, terlalu banyak pilihan makanan membuat ikan sering dilupakan. Belum lagi harganya yang cukup mahal. Tapi, kenapa kita harus tetap makan ikan?
Ikan yang baik adalah yang mengandung asam lemak Omega-3, yang diklaim sangat baik buat kesehatan jantung dan otak. Misalnya, salmon, lele, sardin, Makerel.
Selain keempat ikan dengan manfaat super itu, ada pula beberapa jenis ikan yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Berikut ini daftarnya:

1. Ikan dengan merkuri tinggi
Ikan todak, hiu, dan tuna ahi, tuna sirip kuning, dan makare Spanyol termasuk yang harus dihindari, atau setidaknya tak perlu sering-sering dimasukkan ke dalam menu makan.

2. Kod Atlantik
Karena terlalu sering diburu selama ratusan tahun, populasi kod Atlantik sangat sedikit, bahkan terancam punah. Bila ingin mengkonsumsi ikan ini, pilihlah yang dibiakkan di kolam, bukan hasil tangkapan di laut yang bisa mengancam populasinya.

Hasil laut lain yang sebaiknya tak banyak dikonsumsi adalah lobster karena tinggi kolesterol, mahal, dan sangat sedikit manfaat kesehatan dibanding ikan-ikan lain. Belut mengandung merkuri tinggi sedangkan udang biasanya dipanen dari tambak sehingga mungkin saja pembiakannya dengan bahan kimia dan antibiotik.

Sumber : Tempo

Tag : ikan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top