Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ayo, Kenali Pemberian Nutrisi yang Tepat untuk Anak

Memiliki anak yang sehat merupakan dambaan setiap orang tua. Karena itu, setiap nutrisi dan makanan yang diberikan pada anak harus tepat dan sesuai dengan usia pertumbuhannya. Baik nutrisi berupa Air Susu Ibu (ASI) ataupun makanan pendamping ASI.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 01 Agustus 2017  |  13:40 WIB
Ayo, Kenali Pemberian Nutrisi yang Tepat untuk Anak
Gigi bayi tumbuh - wikipedia
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA -- Memiliki anak yang sehat merupakan dambaan setiap orangtua. Untuk itu, setiap nutrisi dan makanan yang diberikan pada anak harus tepat dan sesuai dengan usia pertumbuhannya, baik air susu ibu  (ASI) ataupun makanan pendamping ASI.

Menurut organisasi kesehatan WHO, masa transisi dari ASI eksklusif ke makanan pendamping ASI umumnya berlangsung saat bayi berusia enam bulan hingga 18-24 bulan. Priode ini juga dikenal sebagai masa yang sangat krusial bagi anak.

Pada usia enam bulan, anak butuh asupan yang lebih dari ASI. Di usia ini juga anak siap menerima makanan pendamping ASI atau makanan lainnya. Apabila makanan pendamping ASI yang diberikan tidak sesuai, maka pertumbuhannya bisa jadi terhambat.

Dokter spesialis anak Damayanti R Sjarif mengatakan, kualitas kesehatan manusia jangka pendek maupun panjang sangat ditentukan oleh asupan nutrisi selama periode emas. Periode emas ini pada 270 hari saat masih berbentuk janin dan 270 hari setelah kelahiran.

“Masa krusial ini jangan sampai terabaikan oleh para orangtua untuk memberikan nutrisi yang benar sesuai kebutuhan anak,” katanya dalam keterangan prs yang dikutip dalam seminar memperingati Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh Philips AVENT belum lama ini.

Makanan Pendamping

Terkait asupan terbaik untuk anak, tambahnya, pada usia 0 hingga 6 bulan adalah ASI. Namun, menginjak umur enam bulan ke atas bayi juga memerlukan makanan pendamping ASI untuk melengkapi kebutuhan zat-zat nutrisi lainnya.

Damayanti menjelaskan, banyak terjadi kesalahpahaman di antara para orangtua tentang pengenalan sayur dan buah yang lebih diutamakan, dibandingkan melengkapi kekurangan ASI.

“Padahal, yang paling dibutuhkan oleh anak untuk tumbuh-kembang terutama otak di usia ini adalah zat gizi makro seperti karbohidrat,protein, lemak. Zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang lengkap, cukup dan seimbang,” katanya.

Untuk kebutuhan harian zat besi untuk bayi berusia 6-12 bulan, tambahnya, adalah 11 mg dan itu tidak cukup didapatkan melalui ASI. Oleh sebab itu kebutuhan zat besi harus dipenuhi oleh makanan pendamping ASI dari berbagai bahan makanan.

Zat Besi

Sumber zat besi dapat diperoleh dari daging merah, hati ayam, ikan, sayuran berwarna hijau, dan kacang-kacangan. Namun, sayur dan kacang-kacangan mengandung serat yang dapat menghambat saluran cerna, sehingga dua jenis makanan tersebut sebaiknya diberikan dengan jumlah kecil, dikombinasikan dengan sumber vitamin C, seperti jeruk dan tomat yang akan meningkatkan penyerapan zat besi.

Kombinasi makanan tersebut dapat ditemukan dalam makanan keluarga Indonesia, misalnya gulai daun singkong yang ditumbuk, dicampur ikan teri dan dibubuhi air jeruk atau tomat.

“Prinsip dari makanan pendamping ASI adalah mengenalkan makanan keluarga dengan tekstur yang disesuaikan kemampuan oromotornya. Jadi perkenalkan makanan Indonesia yang sehat sesuai dengan ketersediaan bahan makanan lokal,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan anak
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top