Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hanya 40 Persen Anak Indonesia Bergerak 60 Menit per Hari

Anak Indonesia kurang bergerak setelah pandemi yang memaksa mereka harus sekolah di rumah
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 November 2022  |  10:16 WIB
Hanya 40 Persen Anak Indonesia Bergerak 60 Menit per Hari
Pagelaran Seni Jaranan Sejumlah seniman membawakan Tari Seni Jaranan dalam Pagelran Seni Jaranan se/Jatim di Lapangan Tawangsari, Garum, Blitar, Jawa Timur
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pasca pandemi yang membuat kegiatan sekolah menjadi daring, berimbas pada aktivitas gerak anak Indonesia.

Hasil riset Wahana Visi Indonesia di tahun 2022 kepada 375 anak usia SD di Jakarta dan NTT, menunjukan hanya 40% anak Indonesia bergerak setidaknya 60 menit/hari berdasar standar WHO.

Sementara itu, pengetahuan anak di area rural mengenai makanan bergizi juga dinilai masih rendah. 

Untuk membantu masalah tersebut, World Vision Canada, Wahana Visi Indonesia akan mengelola program BOKS di Indonesia dengan dana sebesar Rp4,65 miliar untuk 3 tahun. Dana ini merupakan hasil hibah dari Sun Life sebesar Rp14 miliar.

Program ini sejalan dengan kampanye Sekolah Sehat yang diusung oleh Kemendikbudristek RI dimana dua dari
prioritasnya adalah sehat fisik dan sehat gizi.

Sejak 2021, BOKS mendorong pembiasaan kegiatan fisik, edukasi gizi seimbang serta pola hidup sehat lewat berbagai aktivitas yang menarik dan menyenangkan.

Lewat program BOKS, para guru dan kepala sekolah dikapasitasi agar dapat memfasilitasi dan mendukung pembiasaan kegiatan fisik anak lewat kegiatan olah raga yang menyenangkan, kegiatan permainan fisik  seperti ice breaking di awal atau sela-sela pelajaran.

Program ini juga mengaktifkan kembali budaya senam, memberikan pemahaman tentang gizi seimbang dan keamanan pangan dalam praktik seharihari, serta membiasakan siswa untuk membawa air minum ke sekolah. Diharapkan BOKS dapat berkontribusi dalam pencapaian generasi anak Indonesia yang sehat, kuat, dan merdeka.

Program BOKS yang diinisiasi di Amerika ini telah sukses membuat anak-anak hidup aktif dan sehat di beberapa negara maju lainnya; Kanada dan Jepang. Wahana Visi Indonesia dipercayakan mengelola program BOKS di Indonesia sebagai negara berkembang pertama yang melaksanakan BOKS.

Beserta mitra sekolah, pemerintah local, program BOKS telah berhasil memberikan manfaat kepada 12,194 anak di Jakarta (urban) dan NTT (rural). Sejumlah 289 guru dan 51 Sekolah Dasar di Jakarta dan NTT juga telah dikapasitasi melakukan pembiasaan ini di sekolah-sekolah mereka.

Misi ini akan terus berlanjut hingga Tahun 2024, hingga semakin banyak anak-anak Indonesia terpapar manfaat baik BOKS.

“Harapannya, program BOKS bisa diadopsi dan diterapkan di lebih banyak sekolah di berbagai wilayah di Indonesia sehingga makin banyak anak yang tumbuh dan berkembang dengan utuh, yakni sehat, kuat, dan bahagia, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Tentunya hal ini hanya dapat tercapai jika semakin banyak pihak yang bergandengan tangan untuk sama-sama mewujudkannya”, ucap Saskia Rosita selaku Ketua Tim Program BOKS Wahana Visi Indonesia.

Di tahun kedua ini, program BOKS menargetkan adanya tambahan 50 sekolah dan 10 komunitas dampingan dan lebih dari 10.800 anak di Jakarta dan NTT akan mendapatkan hak mereka untuk aktif bergerak dan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak-anak anak pendidikan anak kesehatan anak Mainan Anak-anak
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top