Ingin Kerja di Luar Negeri dengan Gaji Tinggi? Coba Jeddah atau Jenewa

Ekspatriat yang berpindah ke Swiss -- pusat perbankan swasta terbesar, pedagang komoditas dan perusahaan farmasi -- menerima pendapatan rata-rata lebih dari US$193.000.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 September 2017  |  21:42 WIB
Ingin Kerja di Luar Negeri dengan Gaji Tinggi? Coba Jeddah atau Jenewa
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat

Kabar24.com, JENEWA--Ekspatriat yang berpindah ke Swiss -- pusat perbankan swasta terbesar, pedagang komoditas dan perusahaan farmasi -- menerima pendapatan rata-rata lebih dari US$193.000.

Menurut hasil studi yang dilakukan oleh HSB Holdings Plc, angka tersebut merupakan angka pendapatan tertinggi di dunia dan 54% lebih tinggi jika mereka menetap menjadi pekerja di tanah air.

Dikutip dari Bloomberg.com, peningkatan remunerasi ini hanya diungguli oleh kenaikan 58% yang dinikmati oleh ekspatriat yang berkecimpung di dalam ekonomi petrodollar Arab Saudi.

Swiss memimpin peringkat ekonomi yang dirilis oleh HSBC -- yang mengukur masalah keuangan pribadi dan pengembangan karir terhadap penguatan ekonomi lokal -- untuk tiga tahun berturut-turut.

Setidaknya ada delapan dari sepuluh ekspatriat mengatakan bahwa mereka memiliki lebih banyak pendapatan setelah pindah ke Swiss yang merupakan negara asal bagi Credit Suisse Group AG, produsen obat-obatan Roche Holding AG dan pedagang komoditas Mercuria Energy Group Ltd.

Dean Blackburn, Head of HSBC Expatriate, mengatakan Swiss selalu memiliki pencapaian tertinggi di bidang ekonomi.

"Mayoritas ekspatriat bekerja full-time dengan prospek pendapatan yang lebih baik. Beberapa ekspatriat di Swiss juga yang paling percaya diri terhadap ekonomi lokal," ujarnya.

Menurut laporan tahunan HSBC Expat Explorer, Norwegia dan Jerman menempati posisi kedua dan ketiga dalam hal pengembangan ekonomi, diikuti dengan Singapura.

Jenewa, dimana ekspatriat merupakan 60% dari populasi kota, memperoleh peringkat teratas dengan mencetak prestasi baik dalam kategori pengalaman kerja dan kualitas kehidupan keluarga.

Pengukur kualitas hidup sebelumnya antara lain integrasi dengan penduduk lokal dan kemudahan dalam menemukan akodomasi yang kemudian bergeser menjadi kualitas kehidupan sosial, pendidikan, dan membesarkan anak-anak.

Namun, ketika dompet anda menebal, kebahagian tidak selalu didapatkan dengan uang.

Secara keseluruhan, Swiss turun ke posisi 11 di dalam peringkat negara ekspatriat HSBC karena rendahnya peringkat dalam kategori pengalaman kerja dan kualitas kehidupan keluarga.

Kategori tersebut juga menarik Arab Saudi ke posisi 40 dalam peringkat secara keseluruhan, diikuti oleh China dan Mesir.

Kondisi keuangan pribadi para ekspatriat di negara gurun tersebut dilawan oleh kelemahan ekonomi Saudi yang menghadapi perlambatan ekonomi terburuk sejak krisis keuangan global.

Lloyd Blankfein, Goldman Sachs Group Inc. CEO, mengatakan Arab Saudi harus menghadapi perbedaan budaya dengan Barat untuk menarik lebih banyak pekerja asing dengan rencana diversifikasi ekonomi dari ketergantungan terhadap minyak.

"Hal tersebut dapat menciptakan distrik di mana "perilaku tertentu" diizinkan namun tidak demikian untuk di tempat lain," katanya.

Arab Saudi diketahui akan segera mencabut peraturan yang melarang wanita untuk mengendarai mobil, mengakhiri statusnya sebagai satu-satunya negara di dunia yang melarang setengah populasinya untuk mengendarai mobil.

Ini adalah langkah paling dramatis sejauh ini dalam usaha pemerintah untuk membuka diri masyarakatnya, sebuah langkah dari porgram ambisius untuk memodernisasi ekonomi negara yang kemungkinan akan segera menjadi penguasa di kalangan IPO.

Inggris turun ke posisi 35, dengan Polandia, Afrika Selatan dan Turki memimpin di depan setelah Brexit menguras kepercayaan diri pada prospek politik dan ekonomi negara tersebut.

Di samping itu Amerika Serikat menempati posisi ke 27, melampaui survei untuk pengembangan karir namun mencetak skor yang relatif buruk untuk kemudahan kepengurusan termasuk perawatan kesehatan dan menemukan tempat tinggal.

Menurut survey yang diadakan oleh HSBC terhadap 27.500 orang dari 159 negara dan wilayah, secara umum, pindah ke luar negeri menguntungkan secara finansial dengan ekspatriat meningkatkan pendapatan mereka rata-rata 25%.

"Dari kepemilikan rumah sampai persiapan pensiun, ekspatriat dapat mencapai tujuan seumur hidup mereka lebih cepat," ujar Blackburn.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jenewa, jeddah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top