Anak Kesatria Baja Hitam Senang Main Film di Indonesia, Lebih Santai

Anda tentunya tak asing dengan nama Kotaro Minami yang diperankan oleh Tetsuo Kurata dalam serial Ksatria Baja Hitam di yang ditayangkan di televisi pada tahun 1990-an. Anak Tetsuo belakangan juga menjadi terkenal di Indonesia karena terlibat dalam film Hujan Bulan Juni yang mulai ditayangkan di bioskop pada 2 November 2017 nanti.
Ilman A. Sudarwan | 25 Oktober 2017 15:18 WIB
Kotaro Minami yang diperankan oleh Tetsuo Kurata dalam serial Ksatria Baja Hitam - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Anda tentunya tak asing dengan nama Kotaro Minami yang diperankan oleh Tetsuo Kurata dalam serial Ksatria Baja Hitam di yang ditayangkan di televisi pada  1990-an. Anak Tetsuo belakangan juga menjadi terkenal di Indonesia karena terlibat dalam film Hujan Bulan Juni yang mulai ditayangkan di bioskop pada 2 November 2017.

Putra dari Tetsuo yang bernama Koutaro Kakimoto mendapat kesempatan beradu peran dengan Velove Vexia dalam film tersebut. Dia menjadi seorang mahasiswa Jepang yang pernah berkuliah di Indonesia. Dikisahkan dalam film tersebut sewaktu di kuliah Indonesia Velove sempat jatuh hati pada Koutaro.

Koutaro kemudian harus pulang ke Jepang dan bersaing dengan Adipati Dolken yang menjalin hubungan asmara dengan Velove di Indonesia. Koutaro pun terlibat dalam cinta segitiga di lingkungan akademik tersebut, ketiganya adalah pelajar dan pengajar di perguruan tinggi. Konflik menjadi menarik saat Velove harus menahan godaan untuk berpaling ke arah Kotaro saat dia mendapat kesempatan berkuliah di Jepang.

Koutaro sendiri mengaku senang bisa terlibat dalam film tersebut. Pengalaman menjajal dunia seni peran di Indonesia diakuinya sedikit berbeda dengan yang dialaminya di Jepang. Menurutnya proses yang dia lalui di Indonesia lebih santai ketimbang saat terlibat dalam pembuatan film Jepang.

"Di sini lebih santai, berbeda dengan di Jepang yang lebih teratur dan padat jadwalnya," katanya.

Selain Koutaro, Velove, dan Adipati, film ini juga akan menampilkan sejumlah nama besar seperti Jajang C. Noer, Surya Saputra, dan tentunya Sapardi Djoko Damono. Sapardi adalah penulis kumpulan puisi dan novel Hujan Bulan Juni yang kemudian diadaptasi ke dalam film ini.

 

Tag : film, film indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top