Cara Mencuci Batik Agar Warnanya Tak Cepat Pudar

Sebagai warisan budaya dunia kini batik semakin digemari. Pemakaiannya tidak hanya untuk acara-acara khusus, tapi juga untuk aktivitas sehari-hari.
JIBI | 20 Desember 2017 14:55 WIB
Batik Dharma Pusaka - Ramdha Mawadha

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai warisan budaya dunia kini batik semakin digemari. Pemakaiannya tidak hanya untuk acara-acara khusus, tapi juga untuk aktivitas sehari-hari.

Hal yang paling penting bagi para pemakai batik adalah perawatannya. Jika tidak memperhatikan cara merawat dengan benar, warna batik akan lebih cepat pudar.

Selama ini untuk mencuci batik menggunakan cara tradisional, seperti mencuci dengan tangan. Selain itu, untuk lebih praktis lagi pencucian batik dapat dilakukan di jasa cuci, seperti laundry atau dry cleaning. Namun, desainer Barli Asmara kini tidak lagi menggunakan cara tersebut.

"Beberapa baju batik punyaku yang dari bahan viscose, dobby, dan satin, biasanya di dry cleaning, tapi sekarang ada mesin cuci khusus," ujar Barli Asmara saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Meski menggunakan mesin cuci, Barli mengingatkan agar batik dengan warna dan motif tertentu direndam terlebih dulu untuk melihat seberapa besar kadar lunturnya. Selain itu, pakaian berbahan batik sebaiknya dicuci sesuai penggunaannya.

Jika hanya sekali dipakai dan tidak kotor, Barli menyarankan agar tidak langsung dicuci.

"Misalnya, setelah dipakai enggak bau, enggak kena keringat, bisa dipakai lagi, jangan langsung dicuci. Tapi, kalau basah, kena lumpur, dan kotor ya perlu dicuci," ujarnya.

Sebelum mencuci batik, sebaiknya pisahkan proses mencuci batik berwarna terang dengan yang gelap. Untuk deterjen yang digunakan tidak perlu deterjen khusus, bisa menggunakan deterjen bubuk atau cair, namun pemakaiannya tidak perlu terlalu banyak. Setelah dicuci, untuk proses penjemuran tidak disarankan menjemur di bawah sinar matahari langsung.

Barli mengingatkan ketika memakai batik tidak menyemprotkan parfum langsung pada kain batik.

"Memakai batik dari bahan viscose, sutra, sebaiknya jangan pakai parfum karena bahan-bahan kimia di dalamnya bisa merusak warna batik dan jangan bersentuhan dengan perhiasan yang bisa tersangkut pada kain," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batik

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top