Punya Anak Bikin Bahagia, Mitos Atau Fakta? Ini Hasil Penelitiannya

Secara intuitif, banyak yang merasa kalau anak-anak adalah sumber kebahagiaan rumah tangga. Mereka membuat orang tua untuk selalu merasa dekat dan meningkatkan komunikasi keluarga. Anak-anak juga menjadi sumber energi keluarga.
Newswire | 04 Juni 2018 18:39 WIB
Ilustrasi anak - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Secara intuitif, banyak yang merasa kalau anak-anak adalah sumber kebahagiaan rumah tangga. Mereka membuat orang tua untuk selalu merasa dekat dan meningkatkan komunikasi keluarga. Anak-anak juga menjadi sumber energi keluarga.

Namun, ada juga yang mengatakan kalau pasangan suami istri tanpa anak merasa lebih bahagia. "Mitos tentang dampak anak pada pernikahan telah menjadi bahan diskusi berbagai penelitian," ujar psikolog Ellen Walker, seperti dikutip dari Psychology Today.

Ellen Walker menjelaskan bahwa American Sociological Association melakukan penelitian tentang topik ini dan menemukan bahwa pasangan yang menjadi orang tua lebih cenderung depresi daripada pasangan yang tidak memiliki anak. Bahkan, orang-orang tanpa anak lebih bahagia daripada kelompok lain.

Sebuah artikel New York Times pada tahun 2009 mendokumentasikan dua dekade penelitian yang meneliti dampak anak-anak pada pernikahan. Kesimpulannya adalah kualitas pernikahan sering menurun setelah transisi menjadi orang tua, dan bahkan ada peningkatan kebahagiaan dalam pernikahan setelah anak-anak meninggalkan rumah.

Menurut Ellen Walker, waktu bersama pasangan tidak pernah sama ketika ada anak di rumah. Banyak pasangan mengeluh bahwa mereka mulai merasa lebih seperti mitra bisnis dibandingkan dengan pasangan yang romantis. Mungkin Anda pernah mendengar menjadi orang tua adalah pekerjaan yang tersulit bagi seseorang. Banyak biaya dan waktu yang dihabiskan. Fakta-fakta ini menggambarkan realitas yang sulit menjadi orangtua dan pengorbanan yang harus dilakukan.

Jadi, apa yang harus dilakukan pasangan? Seperti keputusan hidup besar lainnya, pikirkan dengan baik dan matang. Untuk pasangan yang memang ingin punya anak, banyak hal yang harus diperhatikan. Pastikan keduanya berkomitmen penuh untuk menjadi orang tua, dan siap siap secara finansial dan emosional. Diskusikan rencana saat sudah punya anak dengan suami agar komunikasi selalu terbuka. Ingatlah bahwa menjadi orang tua adalah pilihan, bukan kewajiban, dan bukan untuk semua orang.

Sumber : Tempo

Tag : anak
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top