Puncak Harganas 2018 Diselenggarakan Di Manado

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2018 akan diselenggarakan di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Sabru (7/7/2018).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 02 Juli 2018 07:50 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA— Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2018 akan diselenggarakan di Kota Manado,  Sulawesi Utara pada Sabru (7/7/2018).

Tema Harganas XXV adalah ''Hari Keluarga : Hari Kita semua'' dengan membawa tagline ''Cinta Keluarga Cinta Terencana'' agar makna peringatan Harganas dapat dipahami.

“Peringatan Harganas memiliki tujuan meningkatkan peran serta pemerintah dan pemerintah daerah, mitra kerja dan swasta, tentang pentingnya penerapan 8 fungsi keluarga [agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan] dan pembentukan karakter sejak dini. Dengan konsep pendekatan keluarga berkumpul, berinteraksi, berdaya, serta peduli dan berbagi,” ungkap Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sigit Priohutomo, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (2/7/2018).

Konsep pendekatan keluarga yang digunakan yakni, Keluarga Berkumpul yaitu meluangkan waktu tanpa disibukkan dengan gawai (gadget, televisi, atau alat elektronik lainnya), Keluarga Berinteraksi dengan meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama, serta saling tukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas),

Keluarga Berdaya adalah keluarga mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk membuat diri dan keluarganya tidak bergantung pada pihak lain. Keluarga Peduli dan Berbagi, yaitu keluarga yang mampu dan lebih beruntung mempunyai kepedulian dan keinginan untuk berbagi dan menolong orang lain).

''Saya mengajak masyarakat untuk memperhatikan pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, dengan menerapkan 8 Fungsi keluarga secara optimal. Keluarga harus memperhatikan pola asuh anak dan memberikan kebutuhan kesehatan, kasih sayang, cinta dan pendidikan yang sebaik-baiknya, kepada keluarga yang memiliki balita harus penuhi asupan gizi anak mulai dari 1000 hari pertama kehidupan'' jelas Sigit.

Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi. Keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak.

Sebagai salah satu lembaga pemerintah yang menangani urusan tumbuh kembang anak-anak Indonesia, BKKBN telah mengembangkan Program Pembangunan Keluarga. Hal ini sesuai dengan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang menetapkan bahwa kebijakan pembangunan keluarga dilaksanakan melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga untuk mendukung keluarga agar dapat melaksanakan delapan fungsi keluarga secara optimal.

BKKBN juga telah mengembangkan Program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), Orangtua Hebat, Bina Keluarga Remaja, Program Generasi Berencana (GenRe) yang dikembangkan melalui Pusat Informasi Konseling (PIK) di sekolah, kampus dan masyarakat, Program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

Tag : keluarga
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top