Ini Tips agar Gusi Tetap Sehat

Gusi tampaknya berperan penting dalam mendukung kesehatan gigi dan mulut, karena berfungsi untuk melindungi tulang dan akar gigi, menjaga posisi gigi, membantu tersenyum, dan juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh lainnya. Namun, di sisi lain gusi adalah pintu masuk bakteri ke dalam tulang penyangga di sekitar akar gigi.
Asteria Desi Kartika Sari | 04 Juli 2018 19:42 WIB
Gigi palsu - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Gusi tampaknya berperan penting dalam mendukung kesehatan gigi dan mulut, karena berfungsi untuk melindungi tulang dan akar gigi, menjaga posisi gigi, membantu tersenyum, dan juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh lainnya. Namun, di sisi lain gusi adalah pintu masuk bakteri ke dalam tulang penyangga di sekitar akar gigi. 

Dokter Spesialis Periodonsia RS Pondok Indah Dedy Yudha Rimanto mengatakan gingivitis atau radang gusi adalah masalah yang sering terjadi pada gusi yang tidak sehat, hal tersebut biasanya ditandai dengan gusi berdarah. Masalah tersebut biasanya terjadi akibat adanya penumpukan plak di gusi yang tidak dibersihkan,

“Periodontitis tidak hanya terjadi pada gusi, tapi juga mempengaruhi jaringan penyangga lainnya seperti cementum, ligament dan alveolar bone,” kata Yudha dalam keterangan resminya Rabu(4/7/2018)

Dia memaparkan cementum merupakan semen gigi yang terletak antara tulang dan akar. Ligamen adalah serabut penahan gigi supaya dapat menempel pada tulang. Apabila terjadi penumpukan plak atau karang gigi, gusi tidak dapat menyangga sehingga plak dapat masuk dalam penyangga gigi dan dapat menyebabkan gusi meradang, yang disebut juga periodontitis.

Dia mengatakan hal tersebut juga disebabkan karena stress, kondisi hormon, dan kuman yang menempel pada air liur. “Kalau disikat dengan pasta gigi, kumannya hilang namun aktif lagi 8-12 jam kemudian. Sedangkan kumur hanya mampu mencegah kuman untuk menempel pada gigi,” jelasnya.

Apabila telah timbul tanda-tanda kerusakan atau peradangan, menurutnya penyakit tersebut masih apat dicegah dengan menyikat gigi secara teratur. Solusi dari permasalahan gusi ini termasuk relatif mudah, asalkan mengerti cara pencegahannya. Menyikat gigi dua kali sehari secara teratur dengan menggunakan pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk menghancurkan plak adalah salah satu cara pencegahan yang paling efektif.

Namun, apabila seluruh penyangga gigi sudah rusak, gigi tersebut harus segera dicabut supaya tidak merambat. Pasalnya, dia mengatakan kerusakan gusi bersifat destruktif dan terus menerus, bahkan akan semakin sulit diatasi. Tak hanya itu, selain penanganan yang sulit, peradangan empat jaringan penyangga gigi bisa memicu infeksi organ lainnya. Lebih parah lagi dapat menyerang janin yang sedang di kandung pada ibu hamil.

“Infeksi fokal bisa terjadi, seperti plak yang dapat mengalir ke jantung menyebabkan aterosklerosis, bisa menyebar ke selaput otak, hingga ke usus. Kuman yang menunpuk di empat jaringan penyangga itu juga bisa menyerang janin sehingga berat badan janin tidak ideal atau bahkan lahir cacat,” paparnya.

Tag : gigi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top