Kemenkes Klaim Kasus DBD di Indonesia Sudah Terkendali

Kementerian Kesehatan mengklaim penanganan kasus penyakit demam berdarah (DBD) di Indonesia sudah berada di bawah target Incident Rate (IR) alias terkendali, pada 2017.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 17 Juli 2018 14:47 WIB
Ilustrasi-nyamuk demam berdarah - Foxnews

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan mengklaim penanganan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia sudah berada di bawah target Incident Rate (IR) alias terkendali, pada 2017.

"Pada 2017, Indonesia sudah bisa melampaui target IR yang ditetapkan dalam rangka pengendalian dengue, di bawah 49 per 100.000 penduduk," ungkap Kepala Subdit Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Suwito dalam acara Buyer Vector Control Expert Meeting ke-5, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Pada 2017, kasus DBD yang ditemukan rata-rata sebesar 26,8 per 100.000 penduduk. Namun, masih ada empat daerah yang jumlah kasusnya melebihi target IR tersebut.

"Daerah yang IR nasionalnya di atas target 49 per 100.000 penduduk itu Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Bali. Jadi, kembali kami sampaikan bahwa secara nasional kita sudah memenuhi target IR di bawah 49 per 100.000 penduduk tapi hanya ada empat provinsi yang IR-nya masih di atas 49 per 100.000 penduduk tersebut," terangnya.

Suwito mengatakan fakta tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sudah berhasil dalam menurunkan jumlah kasus DBD. Apalagi, berdasarkan data Kemenkes, masih terjadi 202.314 kasus DBD dan 1.593 kasus kematian akibat penyakit yang sama pada 2016.

Kasus penyakit DBD telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia dalam beberapa dekade, dengan kenaikan hingga 30 kali lipat selama 50 tahun terakhir. Menurut data WHO, di Asia Pasifik tercatat 15,2 juta kasus DBD terjadi pada 2016. 

Tag : kemenkes, demam berdarah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top