Keindahan Sulam Karawo pada Busana Untuk Sehari-hari

Sulam Karawo dikenal masyarakat sebagai kain etnik yang cukup mahal harganya dan biasanya digunakan untuk acara-acara penting agar terkesan lebih mewah.
Keindahan Sulam Karawo pada Busana Untuk Sehari-hari Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 31 Agustus 2018 11:27 WIB
Keindahan Sulam Karawo pada Busana Untuk Sehari-hari
Keindahan Sulam Karawo pada Busana Untuk Sehari-hari - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sulam Karawo dikenal masyarakat sebagai kain etnik yang cukup mahal harganya dan biasanya digunakan untuk acara-acara penting agar terkesan lebih mewah.

Namun, kini keindahannya dapat dinikmati dan dikenakan untuk sehari-hari. Diolah oleh desainer Yurita Puji dan Nunu Datau, Sulam Karawo disulap menjadi lebih modern lewat brand Azzura

Koleksi Azzura hadir di acara Symphony Iwapi Jakarta Selatan, Grand Ballroom, Gandaria City, Jakarta, Kamis, (30/8).

Sulam Karawo dikemas dalam desain busana siap pakai (ready to wear) Azzura. Brand ini dirintis satu tahun yang lalu dengan mengemas kain heritage Indonesia dengan harga yang mampu bersaing di pasar.

"Desain itu bisa rumit dan memukau tapi target pasar itu yang utama, harga produksi untuk pakaian dengan desain rumit tentunya tinggi, pertanyaan berikutnya adalah daya beli masyarakat saat ini dan persaingan yang sangat ketat harus di perhitungan dalam mendesain suatu produk terkecuali jika memang tujuannya untuk unjuk gigi dalam mendesain,“ ujar Yurita dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat pagi (31/8/2018).

Pada acara ini, Azzura Indonesia menampilkan sulam karawo berupa 4 look ready to wear, 3 atasan, dan satu dress.

Nunu Datau mengatakan tujuan akhir dari pengenalan kain heritage dalam bentuk pakaian sehari-hari yang mereka buat adalah untuk penjualan

"Kita [Nunu dan Yurita] fokus untuk melihat selera pasar, mencari bahan baku di daerah kadang kala sulit, jadi saat kita mendapat bahan baku dari daerah kita harus mendesainnya dengan tepat agar bahannya tidak sia -sia," kata Nunu Datau.

Sulam karawo yang ditampilkan dalam acara ini adalah hasil asli dari para pengrajin di daerah Gorontalo. Sebelumnya, Yurita pernah mempromosikannyaya di New York Couture Fashion Week dan membuka Gallery Karawo di Gorontalo berkolaborasi dengan Fahmi Manorafa yang memang tinggal di Gorontalo.

“Mendapatkan produk karawo kini mulai mudah karena kami memiliki cabang supplier dari Gorontalo untuk Azzura Indonesia,” jelas Yurita.

Pilihan untuk memperkenalkan sulam karawo tidak lepas dari latar belakang sang desainer.

Nunu Datau adalah orang asli Gorontalo yang tertarik dengan hasil dari pengrajin di daerahnya. 

Sebelumnya, Yurita dan Nunu Datau telah menampilkan karya dari kain karawo Gorontalo di Indonesia Fashion Week 2018.

Selain itu, Yurita juga mengembangkan bahan heritage dari daerah lainnya dengan desain ready to wear.

Kolaborasi ini akhirnya dikembangkan dengan brand Azzura Indonesia dengan produk dari berbagai kain daerah, di antaranya kain lurik, kain sarung, tenun makasar, karawo Gorontalo, dan batik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top