Keprihatinan Jim Fitzpatrick, Sang Pencipta Poster Legendaris Che Guevara

Seniman Irlandia Jim Fitzpatrick prihatin pada eksploitasi komersial yang menimpa karyanya. Lima puluh tahun lalu dirinya menciptakan poster Che Guevara yang kemudian populer menjadi hiasan kamar anak-anak muda di seluruh dunia.
Aprianus Doni Tolok | 19 September 2018 07:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Seniman Irlandia Jim Fitzpatrick prihatin pada eksploitasi komersial yang menimpa karyanya.

Lima puluh tahun lalu dirinya menciptakan poster Che Guevara yang kemudian populer menjadi hiasan kamar anak-anak muda di seluruh dunia.

Fitzpatrick membuat tersebut pada 1968 dari foto revolusioner Marxis Argentina yang diambil pada 1960 oleh fotografer Kuba Alberto Korda. Namun, keputusannya memberi izin kepada semua orang untuk bebas memanfaatkan karyanya tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar.

Poster Che buatannya dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab oleh kelompok gerakan sayap kiri yang menyematkannya di kaos, poster, dan selebaran. Selain itu poster itu juga telah digunakan oleh perusahaan untuk merek produk atau dengan kata lain dimanfaatkan untuk kepentingan komersial.

Fitzpatrick yang prihatin dan tergangu melihat kejadian tersebut akhirnya mengukuhkan kembali hak cipta atas karyanya itu pada 2010.

"Awalnya saya tidak merasa terganggu dan saya juga tidak bisa melakukan apapun pada mereka yang mencetak karya saya pada T-shirt," ujarnya seperti dikutip dari Reuters (18/9/2018).

Namun dirinya tidak bisa terima atas tindakan yang dilalukan sebuah perusahaan komersial besar, seperti perusahaan rokok, yang mengeksploitasi karyanya untuk kepentingan komersial. Apalagi karya Fitzpatrick diputar dari kiri ke kanan dan dianggapnya melanggar hak cipta.

Fitzpatrick yang ditemui Reuters di studio rumahnya di Dublin, Irlandia, Fitzpatrick juga menceritakan proses pembuatan gambar fenomenal tersebut.

“Saya membuat beberapa poster dimana memiliki ciri khas yakni berwarna merah dan hitam yang semua orang kenal saat ini dan ikonik. Poster itu selesai tepat setelah eksekusinya (Guevara) saat menjadi tawanan perang. Kemudian karya itu dipamerkan di London dan disebut Viva Che," paparnya.

Wajah revolusioner marxist Argentina Ernesto "Che" Guevara tampak tegas dan lugas dengan warna hitam-putih yang dikelilingi larar merah.

Fitzpatrick juga sempat menawarkan hak cipta gambar tersebut kepada keluarga Guevara, tetapi mereka belum melengkapi dokumen yang diperlukan untuk keperluan tersebut. Akhirnya dia berpikir untuk mewariskannya ke badan amal setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni rupa

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top