Rejuvenation, Laser Penunda Tua

Sebagai wanita, tentu ingin agar kulit wajahnya selalu tampak muda, sehat, dan segar. Berbagai bentuk perawatan dilakukan untuk mengembalikan keremajaan kulit. Salah satu metode yang mulai banyak dilirik kaum hawa ialah laser rejuvenation atau laser peremajaan.
Dewi Andriani | 22 September 2018 00:33 WIB
Ilustrasi - Dailymail/Alamy

Seiring bertambahnya usia, kerut-kerut halus di wajah akan semakin jelas terlihat sebagai tanda-tanda penuaan dini. Kerut halus tersebut muncul akibat semakin menebalnya lapisan kulit mati serta berkurangnya kolagen yang membuat kulit lebih kenyal.

Sebagai wanita, tentu ingin agar kulit wajahnya selalu tampak muda, sehat, dan segar. Berbagai bentuk perawatan dilakukan untuk mengembalikan keremajaan kulit. Salah satu metode yang mulai banyak dilirik kaum hawa ialah laser rejuvenation atau laser peremajaan.

Dokter spesialis kulit dan kecantikan  Kardiana Purnama Dewi mengatakan terdapat dua jenis laser yang digunakan untuk melakukan perawatan kecantikan yaitu laser ablative dan laser non ablative.

Prinsip kerja laser ablative adalah dengan merusak bagian permukan kulit terluar, sedangkan pada laser non ablative sinar yang ditembakkan langsung menembus kulit bagian dalam sehingga tidak menyebabkan kerusakan atau pengelupasan di permukaan kulit.

Melihat efeknya sampingnya yang lebih kecil dan hasil yang lebih efektif, banyak masyarakat yang kini lebih memilih menggunakan laser nonablative misalnya untuk proses peremajaan kulit atau rejuvenation.

Untuk proses tersebut, laser yang digunakan ialah 'Q-switch ND: Yag' yaitu berupa sinar monokromatik dengan panjang gelombang 532 yang langsung menembus lapisan kulit dalam yang terdiri dari melanin dan haemoglobin.

“Sinar laser yang disalurkan ini, diserap dan diubah menjadi energi panas tujuannya untuk memperbaiki masalah kulit di bagian epidermis dan dermis tanpa merusak struktur kulit,” tuturnya.

Laser rejuvenation akan membuat kulit wajah menjadi lebih kencang dan kenyal karena sinar yang dipancarkan merangsang produksi collagen dan elastin di lapisan kulit dalam. Selain itu, dapat menyamarkan keriput dan kerut halus di wajah sehingga tekstur wajah menjadi lebih lembut dan pori-pori mengecil.

Dewi mengatakan proses perawatan dengan menggunakan laser bisa dikatakan sangat efektif, pengerjaannya pun terbilang cukup cepat serta tidak meninggalkan bekas pengelupasan kulit. Hanya dalam waktu beberapa menit, pasien akan mendapatkan wajah yang segar, glowing, kulit wajah menjadi lebih kencang, kerut-kerut halus pun akan memudar.

 “Untuk melakukan perawatan peremajaan, pasien terlebih dahulu harus membersihkan wajah dari make up. Saat pengerjaan, pasien hanya akan merasakan sensasi hangat di permukaan kulit karena energi panas yang disalurkan,” ujarnya.

Mitos Seputar Laser

Meski banyak keuntungan yang didapatkan, tidak sedikit pula pasien yang ragu untuk melakukan laser karena banyaknya mitos-mitos yang beredar mengenai dampak negatif penggunaan laser. Misalnya saja mengenai efek ketergantungan penggunaan laser.

Menurut Dewi hal tersebut tidak benar adanya. Memang untuk hasil maksimal, laser rejuvenation dapat dilakukan berulang setiap 2 minggu sekali. “Namun, jika tidak dilanjutkan pun tidak apa karena tidak ada efek ketergantungan,” tuturnya.

Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa laser bisa menyebabkan kulit menghitam. Hal tersebut menurutnya memang benar adanya tetapi tidak berlaku untuk laser rejuvenation tetapi pada laser perawatan pigmentasi atau untuk menghilangkan noda atau bintik hitam di kulit.

Ketika laser diarahkan pada titik-titik yang terpigmented cenderung memicu luka yang kemudian akan mengering dan menghitam. Namun, kondisi tersebut akan menghilang dalam kurun waktu 7 hingga 14 hari.

“Makanya dalam waktu 2 minggu hindari terkena sinar matahari langsung karena akan membuat kulit semakin menghitam. Hindari juga penggunaan make up ketika kulit masih iritasi. Cukup oleskan pelembab dan tabir surya untuk meminimalisir iritasi kulit,” ujarnya.

Hal lain yang dikhawatirkan ketika menggunakan laser ialah risiko kanker yang disebabkan oleh radiasi. Namun hal tersebut dibantah oleh Dewi, menurutnya penyebab kanker bukanlah laser melainkan gaya hidup yang tidak tepat.

Laser rejuvenation dapat dilakukan oleh pasien yang berusia 20 tahun tetapi harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebab prosedur proses pengerjaan harus disesuaikan dengan jenis kulit.

Sebab, untuk kulit sensitif biasanya akan muncul efek samping berupa wajah yang kemerahan serta iritasi. Namun, sambungnya, hal tersebut dapat diatasi dengan penggunaan krim wajah dari dokter.

“Lebih baik lakukan proses laser dengan dokter yang ahli dan berpengalaman sehingga dapat meminimalisir efek samping. Sebab, jika energi yang digunakan berlebihan juga akan menyebabkan munculnya iritasi dan kemerahan.”

Selain itu, pasien yang ingin melakukan proses perawatan sebaiknya hindari terlebih dahulu penggunaan krim malam yang mengandung bahan pengelupasan seperti asam minimal 3 hari sebelum dan 3 hari setelah proses pengerjaan. Jangan lupa pula untuk menggunakan pelembab dan selalu pakai tabir surya.

Tag : kecantikan, operasi plastik
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top