Cucu Saidah, Pejuang Kesetaraan bagi Kaum Disabilitas

Cucu Saidah merupakan tokoh utama dalam komunitas yang terbentuk sejak 2012. Dia merupakan pendiri sekaligus inisiator dalam pembentukan JBFT.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 29 September 2018 12:22 WIB
Cucu Saidah, pendiri sekaligus inisiator pembentukan Jakarta Free Barrier Tourism (JFBT). - Dok. Inapgoc

Bisnis.com, JAKARTA -- Para penyandang disabilitas di Indonesia sering kali menemui kesulitan dalam mengakses transportasi dan ruang publik.

Namun, keadaan tersebut perlahan mulai berubah. Berbagai transportasi dan ruang publik mulai berbenah agar ramah digunakan oleh para difabel.

Perbaikan demi perbaikan juga terus menerus dilakukan pemerintah. Perbaikan dan pembenahan itu tentu tidak hadir begitu saja, banyak proses panjang yang terjadi di balik perubahan positif tersebut.

Dorongan dari para pegiat disabilitas juga turut memiliki andil besar dalam proses pembenahan tersebut. Salah satunya dari komunitas Jakarta Free Barrier Tourism (JFBT).

Cucu Saidah merupakan tokoh utama dalam komunitas yang terbentuk sejak 2012. Dia merupakan pendiri sekaligus inisiator pembentukan JFBT.

"Sesuai dengan namanya, saya berharap komunitas ini bisa menghilangkan halangan atau barrier sehingga ramah wisata bagi teman-teman disabilitas," tutur Cucu dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (29/9/2018).

JBFT penyandang disabilitas berani proaktif terhadap kebutuhan mereka sehingga masyarakat juga lebih paham bagaimana cara berinteraksi dengan para difabel.

Dok. Inapgoc

"Saya ingin teman-teman disabilitas tidak takut untuk meminta bantuan dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian, orang yang membantu juga lebih mengerti bagaimana treatment yang seharusnya," ujarnya.

Setiap bulan, JFBT mengunjungi ruang-ruang publik seperti taman atau tempat wisata menggunakan transportasi umum. Kegiatan ini bertujuan untuk ikut mendorong pembangunan fasilitas yang ramah untuk para difabel sekaligus cara memberikan pengetahuan terhadap masyarakat mengenai persoalan disabilitas dan bagaimana berinteraksi dengan mereka.

Jerih payah mereka membuahkan hasil dengan perbaikan fasilitas moda transportasi seperti Trans Jakarta dan commuter line. Selain itu, ruang-ruang publik juga mulai bergerak ke arah yang lebih baik bagi teman-teman disabilitas.

Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 merupakan sebuah momentum yang hendak dimaksimalkan oleh Cucu dalam memperbaiki fasilitas publik. Dia terus menyuarakan seperti apa fasilitas publik yang seharusnya didapatkan oleh para penyandang disabilitas.

"Asian Para Games kali ini jadi momentum yang tepat. Di saat pemerintah tengah menggenjot perbaikan fasilitas untuk disabilitas, kami harus ikut mengawal dan membantu agar memberikan hasil yang paling maksimal," ucap Cucu.

Dia juga merasa senang dan bersemangat karena pemerintah semakin memperhatikan kebutuhan para penyandang disabilitas. Masyarakat pun bisa lebih paham mengenai kebutuhan para difabel.

Cucu berharap pembangunan dan penyediaan fasilitas ramah disabilitas tak sekadar karena Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018. Langkah ini mesti terus berlanjut dan dilakukan di seluruh Indonesia.

"Indonesia masih mempunyai jalur yang panjang untuk bisa dianggap sebagai negara yang ramah bagi teman-teman disabilitas. Namun, saat ini Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat dan sedang menuju ke sana," ujarnya.

Tag : penyandang disabilitas, Asian Para Games
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top