Imunisasi MR Fase Dua Diperpanjang Sampai Akhir Oktober 2018

Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memperpanjang program imunisasi Vaksin Rubella (MR) fase kedua hingga akhir Oktober 2018.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 19 Oktober 2018 10:52 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Burhan Aris Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memperpanjang program imunisasi Vaksin Rubella (MR) fase kedua hingga akhir Oktober 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono usai menemani Menteri Kesehatan Nila Moeloek meninjau Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat pagi (19/10/2018).

"Ya dilanjutkan sampai akhir Oktober," tutur Anung.

Imunisasi MR sendiri mulai dilakukan pertama kali (fase pertama) pada Agustus-September 2017 di enam provinsi pulau Jawa dengan capaian 100,98% melebihi target yang hanya 95,%.

Kemudian, pada Agustus - September 2018, pemerintah kembali melakukan imunisasi MR di luar Pulau Jawa.

Anung mengungkapkan sampai kemarin sore (18/10) cakupan Imunisasi MR fase dua terhitung mencapai angka 62,71%.

"Meningkat, [targetnya] nanti kita lihat lagi. Tetap dilakukan [bersamaan] dengan bulan imunisasi anak sekolah," tuturnya.

Sejumlah daerah diketahui masih kesulitan memenuhi target imunisasi MR. Seperti yang dialami Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang seolah sudah kehabisan akal dalam melaksanakan program nasional Imunisasi Measles dan Rubella (MR).

Dinas Kesehatan Kepri menyatakan persepsi negatif menjadi dasar penolakan Imunisasi MR, yang mulai dilaksanakan 1 Agustus-30 September 2018. Meski sudah diperpanjang hingga 31 Oktober 2018, jumlah warga usia 9 bulan hingga 15 tahun yang sudah diimunisasi sampai sekarang belum mencapai 50 persen dari 608.124 orang.

Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Minggu merasa pesimistis Imunisasi MR mencapai 95-100 persen lantaran masih banyak pihak sekolah dan warga yang menolaknya.

 "Ini persoalan serius. Petugas kerap ditolak oleh warga maupun pihak sekolah," katanya.

Sumber : Bisnis & Newswire

Tag : imunisasi
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top