Koleksi Deddy Corbuzier, dari Rolex Second hingga Richard Mille 011 Rp1,6 miliar

Sebagai pecinta jam tangan, Deddy sangat mengaggumi bentuk dan karakter dari setiap jam yang dimilikinya. Dia pun menjadikan jam tangan sebagai bagian dari investasi. Bahkan Deddy tak segan untuk membeli jam tangan preowned selain karena ada nilai yang ingin didapatkan juga karena harga belinya yang relative lebih terjangkau.
Dewi Andriani | 25 November 2018 10:40 WIB
Deddy Corbuzier - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA -- Deddy Corbuzier merupakan salah satu kolektor jam tangan, harganya bervariasi mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah. Sejak lebih dari 20 tahun mengoleksi jam tangan, kini presenter dan juga mentalist tersebut sudah memiliki lebih dari 100 jam tangan.

Sebagai pecinta jam tangan, Deddy sangat mengaggumi bentuk dan karakter dari setiap jam yang dimilikinya. Dia pun menjadikan jam tangan sebagai bagian dari investasi. Bahkan Deddy tak segan untuk membeli jam tangan preowned selain karena ada nilai yang ingin didapatkan juga karena harga belinya yang relative lebih terjangkau.

Berikut petikan wawancara Bisnis bersama Deddy Corbuzier mengenai kecintaannya terhadap jam tangan.

Mas Deddy katanya memiliki lebih dari 100 koleksi jam tangan mewah, sebetulnya apa yang membuat Mas Deddy senang mengoleksi jam tangan?

Koleksi jam tangan ini sudah lama, dari dulu saya sudah suka karena saya memang suka jam tangan tapi kalau definisi jam tangan mewah sebetulnya ya salah karena saya koleksi berbagai jenis jam tangan. Saya menyukai bentuk dan karakter dari jam tersebut. Jadi kalau saya syuting dan show itu hampir setiap hari saya ganti, tapi bukan hanya melulu jam tangan mewah karena buat saya jam itu sama sepert, kalau bagi perempuan itu ada perhiasan yang dipakai menjadi cincin, gelang, atau kalung, nah kalau pada pria satu-satunya yang bsia menempel di tangan adalah jam, jadi jam ini bisa diibaratkan sebagai “perhiasannya” laki-laki.

Kemudian jam yang saya miliki ini ada historinya masing-masing, mulai dari jam yang murah, menenga, dan mewah semua ada historinya sendiri, yang nggak ada histori hanya jam KW saja.

Mas deddy sendiri pernah pakai jam tangan KW?

Pernah pada saat saya syuting ada adegan fighting yang tersungkur ke aspal. Pada scene sebelumnya saya pakai jam tangan asli Panerai yang harganya sekitar Rp150 jutaan. Lalu ketika jatuh ke aspal saya pakai jam KW karena ada adegan jatuh, cari yang mirip-mirip karena kan kalau syuting itu pengambilan gambarnya dari jauh jadi tidak terlihat jelas, ya cari yang KW saja.

Kalau untuk koleksi jam tangan sudah dari kapan mas?

Sepertinya sudah lebih dari 20 tahun.

Seluruh koleksinya sudah 100 jam tangan?

Ada kayaknya sampai 100.

Yang paling punya nilai yang mana?

Ada beberapa kategori nilai, kalau saya pribadi saya suka karakter dari jam Panirai karena historinya jam tangan itu didesain untuk tentara. Bentuknya tidak terlalu mewah tapi itu jam mewah. Ketika kita pakai Panirai nggak keliatan itu jam mahal, padahal itu jam mahal harganya

Memang berapa harganya?

Sekarang mungkin antara Rp150 juta sampai Rp300 juta tergantung modelnya. Itu untuk yang biasa, kalau yang edisi tertentu harganya lebih mahal.

Koleksi Mas Deddy sendiri apa yang paling mahal?

Saya terkahir beli Richard Mille 011, itu harganya sekarang bisa sampai Rp1,6 miliar

Mas Deddy beli dimana lebih sukanya, apakah suka beli di ritel?

Ritel itu bisa bukan preowned, ritel itu bisa jam tangan baru. Jadi kalau beli di ritel bisa baru ngga harus preowned

Apakah Mas Deddy pernah beli jam tangan second?

Pernah saya kemarin baru beli jam tangan Hublot. Kenapa saya beli second? karena model itu dicari di toko sudah tidak ketemu. Toko Hublot di Indonesia juga sudah tutup karena ngga laku, jamnya terlalu besar ukurannya karena memang idenya diambil dari kapal selam Jerman. Di mana-mana sudah tidak ketemu lalu saya cari ke teman-teman, ternyata ada yang second, ya saya mau.

Beli berapa waktu itu?

Jam ini harganya fluktuatif. Saya beli jam tangan itu nggak sampai Rp20 juta padahal  kalau yang baru bisa sampai Rp60 juta – Rp70 juta tapi harga second hanya Rp20 jutaan karena jamnya sudah tidak terlalu laku.

Mas Deddy apa pernah punya pengalaman menarik mengenai jam tangan mewah?

Saya juga pernah ada pengalaman membeli jam tangan Rolex harganya waktu itu tidak sampai Rp20 juta, lalu kemarin sempat ditawar lebih dari Rp100 juta karena jam itu sudah tidak keluar lagi. Saya beli itu 20 tahun lalu, kalau dibandingkan sekarang sudah ketinggalan jaman tapi ada kolektor jam memang mencari jam tangan lama. Beli Rp20 juta ditawar Rp100 juta langsung saat itu ditawar ketika saya sedang di toko jam tangan. Dia berani beli Rp100 jutaan, tapi nggak gue jual karena tahu harganya pasti bakal naik lagi hahah.

Bagaimana Mas Deddy melihat tren preowned watch?

Itu ada komunitasnya. Buat saya preonwed watch ada komunitas yang besar. Saya pribadi ada beberapa jam yang saya beli preowned karena beli itu nggak rugi karena kita sudah dapat harga second. Kalau kita beli mobil second agak deg-degan bakal kena aki atau apaanya, tapi kalau jam nggak bakal rusak apalagi kalau mesin. Memang secara cerdas itu membeli jam mewah lebih baik second. Cuma kan kadang ada beberapa hal yang membuat kita ingin mempunya first hand, secara ego kan begitu. Tetapi kalau secara cerdas harusnya beli yang second karena harganya yang lebih murah tapi kualitasnya masih bagus.

Sebagai kolektor bagaimana tips dari Mas Deddy untuk membeli preowned watch?

Pertama, kenal dulu sama orangnya yang menjual,  karena ada jam mewah yang palsu saking miripnya. Saya saja pernah membawa jam tangan yang asli dan palsu, orang yang di toko ngga tau. Makanya harus kenal dulu dengan yang menjual.

Kedua, ketahui harga pasaran jam tangan berapa, karena kalau nggak tahu bisa dibohongi. Misalnya jam tangan Hublot ini yang baru Rp90 juta, dijual Rp50 juta tentu jauh dan lebih murah padahal jam itu ketika dijual sudah tidak laku. Maka harus tahun dulu pasaran harga second berapa karena saya saja beli Hublot sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta padahal barunya Rp90 juta. Secara cerdasa dan logika, ya, pasti beli yang second.

Ketiga, kalau bisa kita perlu tahu siapa pemilik pertamanya karena jam tangan itu memiliki histori dan menempel di tangan.

Keempat, kalau memang tujuannya untuk investasi belilah jam yang bisa diinvestasikan seperti Rolex. Kalau mau beli jam tangan mewah pertama, beli saja Rolex karena harganya stabil. Jadi kita harus mengetahui dulu apa yang akan kita investasikan.

Kelima, jam itu bukan hanya masalah harga tapi selera. Sering kali ketika lagi show saya memang jam tangan murah tapi saya memang suka. Jadi jam itu bukan masalah merek dan harga. Kalau kita hanya masih melihat merek dan harga kelas Anda masih di sana. Kemudian jangan gunakan barang palsu. Lebih baik memakai jam tangan yang asli meski harganya murah. Di situ saya bisa lebih menghargai Anda, daripada memakai jam tangan palsu hanya demi untuk terlihat kaya.

Tag : jam tangan
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top