Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Minuman Bersoda Berisiko Besar Picu Diabetes

Minuman bersoda disebut sebagai yang paling berbahaya bagi kesehatan. Hasil penelitian kali ini mengungkap tentang bahaya minuman bersoda yang meningkatkan risiko diabetes.
Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita - Bisnis.com 16 Desember 2018  |  07:17 WIB
Minuman Bersoda Berisiko Besar Picu Diabetes
Ilustrasi minuman bersoda (Pictagram)
Bagikan

Bisnis.com, SOLO – Minuman bersoda disebut sebagai yang paling berbahaya bagi kesehatan. Berbagai hasil penelitian menyebut minuman bersoda meningkatkan risiko diabetes dibandingkan minuman lainnya.

Dikutip dari New York Post, Sabtu (15/12/2018), hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari St. Michael Hospital, Toronto, Kanada, mengungkapkan peningkatan risiko diabetes tipe dua akibat mengonsumsi soda.

Risiko tersebut meningkat karena banyaknya gula tambahan yang dimasukkan ke dalam minuman tersebut.

Sedangkan makanan alami seperti buah, sayur, dan madu mengandung fruktosa alami yang tidak berbahaya.

Makanan tersebut tidak memiliki dampak negatif yang meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, sayur dan buah alami juga mengandung serat dan kaya vitamin yang menjaga kesehatan tubuh.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap sejumlah orang yang dibagi dalam dua kelompok.

Orang dalam kelompok pertama diminta mengonsumsi minuman bersoda. Sementara kelompok kedua dilarang meminum minuman tersebut.

Hasilnya, peneliti menyimpulkan jus buah memiliki efek yang baik untuk mengontrol gula darah.

Kadar gula darah di dalam tubuh tetap stabil dan jumlah kalori di dalam tubuh seseorang yang mengonsumsi jus buah sama sekali tidak bertambah.

Berbeda dengan minuman bersoda yang menambah kalori dan meningkatkan kadar gula di dalam darah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

marketing
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top