Masih Enggan Olahraga? Bisa Coba Langkah Ini

Bagi sebagian orang, menemukan motivasi untuk berolahraga menjadi hal yang sangat sulit. Mulai dari padatnya kesibukan harian, tempat olahraga yang jauh, hingga dorongan rasa malas.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 07 Januari 2019  |  16:57 WIB
Masih Enggan Olahraga? Bisa Coba Langkah Ini
Direktur Utama Lifespa Fitness Brian John Billdt (dari kanan) bersama Deputy General Marketing Manager Intiland Jeannie Bruin, dan Direktur Proyek South Quarter Chandra Makmoen, mencoba fasiltas gym fitness di pusat perkantoran South Quarter, Jakarta, Senin (14/8). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Bagi sebagian orang, menemukan motivasi untuk berolahraga menjadi hal yang sangat sulit. Mulai dari padatnya kesibukan harian, tempat olahraga yang jauh, hingga dorongan rasa malas.

Apalagi, menjaga kesehatan dengan berolahraga sama saja dengan berinvestasi, walaupun tak menghasilkan uang. Namun, dalam jangka panjang, dampaknya bisa lebih berharga daripada investasi dana.

Guna menghadapi rasa malas, salah satu solusi yang ditawarkan adalah mencoba untuk memilih olahraga berkelompok.

Menurut instruktur zumba dan owner Sana Studio Laila Munaf mengatakan, berolahraga secara berkelompok mampu meningkatkan motivasi seseorang. "Kalau olahraga malas, enggak ada semangat, tapi kalau datang ke group classes seringkali dapat suntikan semangat," kata Laila dikutip Senin (7/1/2019).

Dia mengatakan, ketika melakukan olahraga berkelompok, seseorang dapat melihat orang lain yang begitu bersemangat melakukan aktivitas, tanpa memandang usia dan kondisi fisik.

Dari sana, ujarnya, semangat seseorang akan terbangun karena mendapatkan energi positif dari sekitarnya. "Apalagi, pada beberapa kelas, kami juga dilarang menggunakan ponsel saat sesi olahraga. Hal itu membuat olahraga kita juga lebih efektif," katanya.

Efek yang sama juga bisa didapatkan dengan berolahraga bersama teman. Dia melanjutkan, beberapa orang mungkin merasa kurang suka mengikuti sesi kelas olahraga. Bagi mereka, olahraga bersama sahabat dekat bisa menjadi pilihan. "Tidak harus ikut yang satu kelas isinya 15 orang, tetapi biasanya kalau ada teman jauh lebih enak," tuturnya.

Kendati begitu, dia menambahkan, kesenangan dalam berolahraga menurutnya kembali pada masing-masing individu. Beberapa orang mungkin lebih suka berolahraga sendiri, misalnya lari atau pergi ke pusat kebugaran.

Jika ingin mengetahui pola olahraga seperti apa yang paling cocok, Laila menyarankan untuk mencoba terlebih dahulu beberapa alternatif olahraga.

Pakar dan pelatih fitnes Dinda Utami mengatakan, sebenarnya masing-masing orang memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam berolahraga. Setidaknya, kata dia, frekuensi seminggu tiga kali sudah dapat dikatakan optimal.

“Olahraga itu yang cocok adalah olahraga yang disempetin. Ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan ilmu hitung-hitungan, yang terpenting adalah konsiten saja, didukung dengan istirahat dan juga pikiran yang enjoy,” tuturnya.

Sebenarnya, lanjut dia, banyak opsi jenis olahraga yang dapat dipilih mulai dari lari, renang, bersepeda sampai dengan angkat beban. “Cuma masalahnya hanya pada nanya doang apa yang cocok tapi enggak pernah nyoba, bagaimana bisa tahu suka yang mana kalau enggak pernah nyoba. Hanya kita yang tahu mana yang terbaik,” katanya.

Namun, dia merekomendasikan dalam satu minggu terdapat variasi olahraga yang mudah dilakuakan seperti kardio, latihan beban, dan sisanya untuk fleksibilitas.

Dalam variasi tersebut, latihan beban menjadi hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kepadatan tulang dan membangun otot. “ Semakin tidak pernah memakai otot, maka ototnya akan semakin lemah. Semakin tua risiko cederanya akan semakin tinggi,” katanya.

Sementara untuk pemula, menurutnya, olahraga tersebut dapat dilakukan dua kali seminggu, selama 3 bulan dilakukan secara konsisten.

Namun, dia menyarakan untuk olahraga jangan terlalu dipaksakan selam 7 hari penuh, bahkan sampai tidak bisa tidur lantaran terlalu capai. “Empat kali seminggu sudah maksimal, sisanya istirahat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
olahraga, gaya hidup

Editor : Pamuji Tri Nastiti
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top