Kemenkes: Cakupan Layanan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Terus Meningkat

Kementerian Kesehatan mencatat cakupan persalinan ibu oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terus meningkat.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  20:03 WIB
Kemenkes: Cakupan Layanan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Terus Meningkat
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan mencatat cakupan persalinan ibu oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terus meningkat.

Terkait kondisi kesehatan masyarakat, misalnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU). Hal itu tercantum dalam RPJMN 2015-2019.

Berdasarkan data Kemenkes, dari 2015 cakupan terus meningkat dari 78,43% menjadi 80,61% pada 2016. Pada 2017 sampai Desember menjadi 83,67%. Kemudian per November 2018, menjadi 73,50% ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan bersalin di fasyankes.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, cakupan ini terus meningkat, mengingat data sampai akhir Desember 2018 masih dalam proses pengumpulan dari pengelola program KIA di kabupaten/kota dan provinsi.

“Dengan demikian, sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya ibu bersalin untuk melakukan persalinan di fasyankes dan ditolong oleh tenaga kesehatan,” kata Nila pada jumpa pers awal tahun di Gedung Kementerian Kesehatan, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, berdasarkan data Riskesdas 2013, persentase balita yang mengalami stunting sebanyak 37,2% dan pada tahun 2018 (Riskesdas 2018) menurun sebanyak 6,4% menjadi 30,8%.

Peningkatan kondisi kesehatan masyarakat terlihat juga dari capaian kesehatan lingkungan pada 2015 hingga 2018. Peningkatan itu terlihat mulai dari jumlah desa yang sudah melakukan STOP Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free) dari 4.557 desa (2015) menjadi 17.751 desa (31 Desember 2018) atau meningkat sebanyak 13.194 desa.

Hal ini juga disertai 48.945.030 Kepala Keluarga (74,55%) telah memiliki akses sanitasi atau melakukan Buang Air Besar di jamban sampai dengan akhir 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top