Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah Epik Psikologis dalam Glass

Sudah lama rasanya tidak menemukan film dengan alur yang sulit ditebak seperti Glass. Film tentang tiga pria dengan gangguan psikologi yang menganggap dirinya superhero cukup menarik disaksikan. Meski begitu masih terdapat beberapa catatan untuk film sekuel ini.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 26 Januari 2019  |  12:09 WIB
Film glass, psikologis
Film glass, psikologis

Bisnis.com, JAKARTA – Sudah lama rasanya tidak menemukan film dengan alur yang sulit ditebak seperti Glass. Film tentang tiga pria dengan gangguan psikologi yang menganggap dirinya superhero cukup menarik disaksikan. Meski begitu masih terdapat beberapa catatan untuk film sekuel ini.

Sutradara M Night Shyamalan seperti menjahit Glass dari latar belakang dua film sebelumnya yaitu dari film Unbreakable (2000) dan Split (2012). Tidak menyaksikan dua film terakhir, bisa jadi Anda akan kebingungan saat memasuki awal cerita Glass.

Sebagai film bergenre thriller, Glass mengisahkan tentang tiga orang dengan gangguan psikologi menganggap diri mereka sebagai manusia super. Kevin Wedell Crumb (James McAvoy) menjadi karakter dengan gangguan psikologis tinggi. Tidak tanggung-tanggung dia memerankan 24 karakter berbeda.

Sedangkan, David Dunn (Bruce Willis) sejak lama mengincar salah satu kepribadian Kevin yaitu sosok The Beast atau manusia buas yang dipandang berbahaya. David memiliki kemampuan supranatural dengan dapat melihat memori setiap orang yang disentuh.

Adapun Elijah Price (Samuel L Jackson) merupakan tokoh yang cukup misterius. Meski pada alur awal dia terlihat sebagai orang bodoh dan tidak berbicara, nyatanya, Elijah menyimpan rahasia kedua orang tadi. Dia juga melakukan misi untuk memperkenalkan ketiganya dengan cara apik. Sulit menebak alur yang diciptakan Shyamalan.

Ketiganya sampai direhabilitasi oleh Dr Ellie Staple (Sarah Paulson) seorang psikiatris untuk orang-orang yang menanggap dirinya sebagai seorang superhero. Dalam misinya untuk menyembuhkan ketiga orang tadi, dia mendapat bantuan dari Casey Cooke (Anya Tailor-Joy), Joseph Dunn (Spencer Treat Clark) dan Mrs. Price (Charlayne Woodard).

Namun jika Glass dijadikan sebagai thrriller akhir dari sekuel Unbreakable dan Split, agaknya film terakhir masih kurang greget dibandingkan dengan dua film sebelumnya yang dikemas lebih apik dan mengundang perhatian penonton.

Tidak jarang bagi penonton awam, menyaksikan Glass membutuhkan sekurang-kurangnya 30 menit untuk memahami alur yang dijalankan karena terkesan membosankan, meskipun sejak memulai cerita Shyamalan sudah membangun pengenalan masing-masing karakter.

Beberapa kali penulis mendengar pendapat negatif dari penonton yang sudah pernah menyaksikan Unbreakable dan Split. Terlebih tokoh termasuk Mr. Glass yang dibiarkan terlalu lama tidak memainkan peran seharusnya.

Glass terbilang cukup lama menyembunyikan karakter aslinya dengan menjadi pendiam dan setengah gila karena dinilai telah diberi asupan obat dengan dosis tinggi terus-menerus. Setelah karakternya berubah, disitulah alur terkesan lebih menarik.

Dengan berbagai catatan tersebut, James McAvoy patut diapresiasi karena mampu memerankan 24 karakter sekaligus dan terus bertukar perilaku antara satu karakter dengan lainnya.

Beberapa kali memang perubahan peran dilakukannya tanpa sorotan kamera. Namun mendekati akhir cerita, perubahan karakter diri dilakukan dalam sorotan kamera. Ini poin plus untuk James McAvoy.

Meski dengan kritik dan pujian, Glass melenggang masuk dalam jajaran box office setelah memperoleh pendapatan beberapa kali lipat dari modal yang dikeluarkan. Situs IMDb mencatat Glass setidaknya mengeluarkan estimasi bujet sebesar US$20 juta.

Sementara itu, pendapatan kotor di pekan pembuka, Glass memperoleh US$40,3 juta yang tercatat pada 20 Januari 2019. Adapun untuk pendapatan di seluruh dunia pada 21 Januari 2019, film berdurasi 129 menit ini memperoleh sekitar uS$100,4 juta. Perolehan ini menempatkan Glass sebagai pemuncak bos office dunia.

Glass mengalahkan The Upside dan Aquaman yang memperoleh masing-masing US$15,0 juta dan Aquaman “US$10 juta pada akhir pekan lalu. Bagi pengagum artis senior Bruce Willis dan Samuel L Jachson, tidak ada salahnya juga menyaksikan film ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top