Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angka Kasus DBD Januari 2019 Meningkat 121% Dibanding Tahun Lalu

Kementerian Kesehatan mencatat angka kasus demam berdarah degue (DBD) pada Januari 2019 meningkat hingga 121,8% dibandingkan Januari tahun lalu.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  18:50 WIB
Penderita demam berdarah dengue (DBD) - Antara
Penderita demam berdarah dengue (DBD) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan mencatat angka kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2019 meningkat hingga 121,8% dibandingkan Januari tahun lalu.

Data Kementerian Kesehatan hingga 29 Januari 2019, tercatat jumlah penderita DBD dari 34 provinsi di Indonesia mencapai 13,683 penderita. Dari jumlah tersebut sebanyak 132 kasus meninggal dunia. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari 2018 dengan jumlah penderita sebanyak 6.167 penderita dan jumlah kasus meninggal sebanyak 43 kasus.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meski terjadi peningkatan cukup tinggi, kondisi ini belum menjadi status Kejadian Luar Biasa (KLB) nasional. Sebab angka tersebut masih jauh di bawah angka rata-rata kasus di tahun-tahun sebelumnya.

"Angkanya masih di bawah batas angka-angka tahun sebelumnya. Nggak KLB karena juga paling banyak itu di satu provinsi, sementara di tempat lain hanya satu dua kasus. Itulah kenapa statusnya masih waspada demam berdarah," ujar Nadia di Kantor Kemenkes, Rabu (30/1/2019).

Nadia menuturkan, puncak kejadian kasus DBD pernah terjadi pada 2016 yang mencapai 204.171 penderita dengan jumlah kematian mencapai 1.598 kasus. Selama 2 tahun terakhir angka tersebut terus menurun. Pada 2017 terdapat 68.407 kasus dengan jumlah kematian 493 kasus dan pada 2018 mencapai 53.075 kasus dengan jumlah kematian mencapai 344 kasus.

Sementara itu, angka kasus DBD tertinggi pada Januari 2019 terjadi di Jawa Timur dengan 2.657 kasus dan angka kematian mencapai 47 kasus. Kemudian disusul oleh Jawa Barat dengan 2.008 kasus dan angka kematian sebanyak 11 kasus. Namun demikian, status Jawa Timur dan Jawa Barat belum menjadi status KLB karena masih di bawah dari angka kejadian sebelumnya.

Adapun beberapa daerah yang melaporkan KLB DBD antara lain, Kota Manado (Sulawesi Utara) dan tujuh kabuapten/kota di Nusa Tenggara Timur, yakni Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ngada, Timor Tengah Selatan, Ende, dan Manggarai Timur. Sedangkan beberapa wilayah lain mengalami peningkatan kasus namun belum melaporkan status KLB.

Dalam rangka mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD, Kementerian Kesehatan telah mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah melalui surat edaran Menkes mengenai kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD pada November lalu. Kemenkes, di antaranya, mengimbau pemda untuk menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), meningkatkan surveilans kasus dan faktor risiko terhadap DBD melalui pemantauan jentik berkala dan mengaktifkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik, meningkatkan kapasitas sumber daya pencegahan dan pengendalian DBD, dan lain-lain.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top