CMEF Indonesia Siap Dukung Wisata Medis

Lebih dari 200 perusahaan peralatan medis internasional akan memamerkan sekitar 300 merek produk dan solusi terbaru peralatan medis dalam perhelatan CMEF Indonesia pada 6 hingga 8 Maret 2019.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  01:57 WIB
CMEF Indonesia Siap Dukung Wisata Medis
Ilustrasi peralatan kesehatan modern. - CMEFIndonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Lebih dari 200 perusahaan peralatan medis internasional akan memamerkan sekitar 300 merek produk dan solusi terbaru peralatan medis dalam perhelatan CMEF Indonesia pada 6 hingga 8 Maret 2019 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Stenly Yonardi, Manajer Proyek CMEF Indonesia mengatakan CMEF Indonesia memulai debutnya ketika industri perawatan kesehatan domestik kian menjanjikan.

"Kami juga hadir untuk mendukung misi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata medis terkemuka di dunia," ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (3/2/2019).

Sekitar 55% dari produk yang akan dipamerkan diantaranya adalah peralatan elektromedis/teknologi medis, 28% peralatan manufaktur dan teknologi OEM, dan 22% peralatan rehabilitasi/ortopedi dan masih banyak lagi.

Stenly mengatakan program pertemuan bisnis antara distributor dan produsen lokal akan menjadi tulang punggung CMEF Indonesia.

Untuk memfasilitasi dan mendukung pertumbuhan kemampuan manufaktur lokal, CMEF Indonesia akan merancang peluang untuk mengembangkan jaringan yang memungkinkan para profesional lokal melakukan diskusi yang bermakna dengan pemilik merek internasional.

Sebagai salah satu pasar peralatan medis dengan pertumbuhan paling cepat secara global, pasar peralatan medis Indonesia saat ini bernilai US$747,3 juta dan akan mencapai US$1.197,2 miliar pada 2019.

Lima ratus pengunjung pertama setiap hari akan mendapatkan voucher Go-Pay senilai Rp30.000. Semua pengunjung juga akan berkesempatan memenangkan iPhone XS Max dan hadiah lainnya ketika mereka mengunjungi pertunjukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
medis

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top