Alarm Bangun Tidur Ternyata Berimbas ke Kesehatan

Banyak orang yang mengandalkan alarm untuk membantunya bagun lebih pagi dan tidak kesiangan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  00:34 WIB
Alarm Bangun Tidur Ternyata Berimbas ke Kesehatan
Ilustrasi. - Popsugar

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak orang yang mengandalkan alarm untuk membantunya bagun lebih pagi dan tidak kesiangan.

Alarm dibuat berbunyi setiap lima menit sekali bahkan bisa jadi dengan suara yang cukup keras untuk memastikan bahwa kita tidak lanjut tidur setelah mematikannya. Namun, ada pula yang menggunakan alunan suara tenang alih-alih suara keras.

Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing terkait bunyi alarm. Namun, tahukah Anda bahwa pilihan bunyi alarm bangun tidur dapat memengaruhi kondisi psikis saat bangun tidur.

Berikut berbagai jenis bunyi alarm yang lebih baik digunakan untuk bangun pagi seperti dikutip dari rilis health update hello sehat.

Kebanyakan orang yang menggunakan suara keras sebagai bunyi alarm berpendapat bahwa bunyi keras menggelegar dapat membuat mereka “melek” dan segar seketika. Dengan begitu, mereka tidak akan bablas dan bangun tepat waktu. Biasanya, yang menganut paham ini adalah mereka yang susah bangun tidur sehingga harus dikejutkan dengan bunyi-bunyian.

Sementara itu, orang yang memasang alarm dengan melodi tenang beranggapan bahwa suara ini sudah pas karena toh mereka mudah terbangun dari tidur. Bahkan, bagi orang yang sensitif dengan bunyi, sedikit suara seperti bunyi tetes air dari keran pasti bisa membangunkan mereka.

Dr. James Giordano, seorang dosen di Departemen Neurologi di Georgetown University Medical Centre berpendapat bahwa bunyi alarm yang baik adalah yang tenang. Bunyi alarm yang dimaksud adalah bunyi yang tidak membuat Anda bangun terjungkal atau jengkel ingin membanting ponsel atau jam weker. Pasalnya, bunyi keras akan mengaktifkan sistem saraf simpatik di otak yang masih “terlelap”.

Kondisi ini dibaca otak sebagai ancaman karena tubuh dipaksa “bangun tidur sebelum waktunya” sehingga memaksa otak untuk memproduksi lebih banyak hormon stres kortisol dan adrenalin dari biasanya. Akibatnya, Anda akan bangun dengan panik, grasak-grusuk, dan lebih stres. Tidak menutup kemungkinan juga Anda justru mengalami pusing atau sakit kepala setelah bangun tidur karenanya.

Seorang dokter spesialis tidur sekaligus dosen di sekolah keperawatan Case Western Reserve University bernama Michael J. Decker, PhD, juga beranggapan bahwa bunyi alarm yang tenang lebih cocok untuk membangunkan kita karena memungkinkan otak “bangun” secara bertahap sehingga melepaskan hormon-hormon stres juga secara bertahap. Pada akhirnya, kita bangun dengan mood yang lebih baik karena tubuh sudah lebih siap menerima efek-efek hormon stres tersebut.

Sebenarnya, ada cara lain yang bisa membuat Anda terbangun dari tidur selain alarm, yaitu cahaya. Cahaya akan menjadi sinyal bagi jam biologis tubuh untuk memproduksi hormon yang membuat Anda bangun dari tidur.

Selain itu, Anda juga harus tidur lebih awal, menghindari kopi, atau aktivitas lainnya yang bisa mengganggu tidur. Dengan begitu, bangun pagi akan jadi lebih mudah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, tidur

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top