Sejumlah Masalah Penyakit Menular di Indonesia Alami Perbaikan

Sejumlah masalah penyakit menular di Indonesia mengalami perbaikan pada 2018.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  13:25 WIB
Sejumlah Masalah Penyakit Menular di Indonesia Alami Perbaikan
Sejumlah Masalah Penyakit Menular di Indonesia Alami Perbaikan - hrinc.com/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan mengklaim sejumlah masalah penyakit menular di Indonesia secara statistik mengalami perbaikan pada 2018.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono pada Rapat Koordinasi Teknis Program P2P di Tangerang, beberapa hari lalu.

Anung mengatakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat salah satunya malaria. Jumlah cakupan penduduk yang terhindar oleh risiko penularan malaria sebanyak 196.452.431 penduduk atau sebesar 87% di 285 kabupaten/ kota.

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan pada 2015 yang cakupan penduduk terhindar dari risiko penularan malaria sebanyak 173.186.486 penduduk atau 68% di 232 kabupaten/kota.

Selain itu, kasus kematian akibat rabies juga menurun. Anung menjelaskan pada 2018 jumlah kasus menurun menjadi 86 kasus.

“Untuk kasus kematian akibat Rabies menurun, di tahun 2015 dari 118 kasus, menjadi 86 kasus di tahun 2018,” kata Anung, dikutip dari rilis yang diterima Bisnis.com, Kamis (28/2/2019).

Terkait HIV, dari 2.135.365 penduduk yang dites, sebanyak 314.143 yang positif, 212.240 mulai minum obat, dan sebanyak 134.344 orang sudah mendapatkan terapi antiretroviral (ART).

Sedangkan TBC, terdapat 1.508.864 kasus TB yang diobati sejak 2015, dengan angka keberhasilan pengobatan sebesar 86%.

Anung juga mengatakan terkait penyakit kusta, pada 2018 Kemenkes dan pemerintah daerah telah berhasil mengeliminasi kusta di 24 provinsi.

“Angka prevalensi kusta sebesar 0,70 per 10.000 penduduk, di tahun 2018 terdapat 24 provinsi yang sudah eliminasi Kusta,” kata Anung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top