Jangan Khawatir dengan Status Single, Begini Caranya Agar Hidup Lebih Bermakna

Apa salahnya menjadi jomblo atau melajang? sebenarnya tidak salah sama sekali. Selama ini orang yang melajang sering diberikan stereotip aneh, menyedihkan, dan kurang bahagia, seolah tidak ada harapan dan makna dalam hidupnya.
Tika Anggreni Purba | 19 Maret 2019 11:03 WIB
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, JAKARTA--Apa salahnya menjadi jomblo atau melajang? sebenarnya tidak salah sama sekali. Selama ini orang yang melajang sering diberikan stereotip aneh, menyedihkan, dan kurang bahagia, seolah tidak ada harapan dan makna dalam hidupnya.

Pandangan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar, karena justru di masa lajang seseorang bisa mencapai keutuhan dirinya, menemukan makna terbaik dalam dirinya, dan memiliki pengalaman yang menggembirakan

Menurut sosiolog Elyakim Kislev dari Hebrew University Yerusalem dalam buku Happy Singlehood: The Rising Acceptance and Celebration of Solo Living, seseorang yang melajang justru memiliki banyak kelebihan dari pada mereka yang berpasangan.

Berikut beberapa kelebihan si single menurut Kislev, dilansir Psychology Today:

1. Orang lajang lebih serius pada pendidikan
Survei pada 30 negara menunjukkan bahwa orang lajang memiliki lebih banyak waktu untuk menempuh pendidikan ketimbang orang yang sudah menikah.

2. Si single lebih aktif dalam interaksi sosial
Kislev mengatakan bahwa individu yang paling sosial adalah mereka yang belum menikah. Orang lajang yang tetap menjaga relasi dengan teman, tetangga, saudara kandung, dan orang tua. Orang lajang juga mahir dalam memanfaatkan internet untuk memperluas pergaulan, sementara orang yang berpasangan jarang melakukannya.

3. Kebiasaan makan orang lajang lebih sehat
Banyak ilmuwan yang memperkirakan bahwa menikah akan membuat orang lebih sehat, tetapi ternyata tidak. Faktanya keinginan untuk makan makanan sehat lebih diinginkan oleh mereka yang single, karena mereka lebih concern terhadap dirinya sendiri.

4.  Orang lajang lebih bebas dan terbuka.
Pada zaman sekarang ini, orang makin menghargai kebebasan, kreativitas, kebahagiaan, dan pengalaman baru. Hal ini lebih mudah dialami oleh orang yang masih lajang, dari pada orang yang berpasangan. Orang yang memilih melajang menghargai kebebasan dan kesenangan lebih dari pada orang yang menikah.

7. Orang lajang dapat membuat keputusan sendiri
Si single pada umumnya tidak repot mengambil keputusan yang berlandaskan keputusan bersama, sehingga dia lebih lega dalam mengambil keputusan sendiri.

8. Pencapaian hidup sangat penting bagi orang yang belum menikah
Banyak orang lajang mengatakan tujuan spesifik yang mereka ingin capai dalam hidup mereka, yang mungkin tidak dapat mereka raih jika mereka telah menikah.

9. Orang lajang mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dari kegiatan sosial
Rata-rata orang yang senang bersosialisasi seperti bergaul dengan teman atau menjadi sukarelawan lebih bahagia daripada mereka yang kurang bergaul. Namun, orang lajang mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dari kehidupan sosial mereka dari pada orang yang menikah.

10. Mereka mendapatkan lebih banyak kebahagiaan karena puas dengan pekerjaannya
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang lajang peduli dengan pekerjaan lebih dari orang yang menikah. Dalam analisisnya, Kislev melihat hubungan antara kepuasan kerja dan kebahagiaan. Dia menemukan bahwa kepuasan kerja berkontribusi pada kebahagiaan, dan orang lajang lebih puas dalam pekerjaannya sehingga mereka lebih bahagia.

11. Orang lajang lebih positif terhadap diri sendiri
Orang yang merasa lebih positif tentang diri mereka sendiri dipastikan lebih bahagia. Itu berlaku untuk orang yang sudah menikah maupun orang yang belum menikah. Namun, sekali lagi, orang yang belum menikah mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dari perasaan positif tersebut.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
relationship

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup