Anak Menghindari Sekolah? Orangtua Bisa Lakukan 5 Hal Berikut

Salah satu drama pagi hari yang sering dialami keluarga muda adalah menghadapi anak-anak yang enggan ke sekolah. Bahkan tidak jarang, ada anak-anak yang sudah sampai di sekolah malah minta pulang.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  11:49 WIB
Anak Menghindari Sekolah? Orangtua Bisa Lakukan 5 Hal Berikut
Anak Sekolah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu drama pagi hari yang sering dialami keluarga muda adalah menghadapi anak-anak yang enggan ke sekolah. Bahkan tidak jarang, ada anak-anak yang sudah sampai di sekolah malah minta pulang.

Tentu keengganan anak-anak ke sekolah ini ada penyebabnya. Kebanyakan anak merasa cemas dan ketakutan di sekolah. Kecemasan sosial sering kali mempengaruhi anak sehingga dia menghindari sekolah.

Ini terjadi karena keyakinan kognitif tentang ketakutan akan dipermalukan teman atau guru, pikiran negatif, dan takut gagal. Kecemasan sosial bukanlah rasa malu, introvert, atau terlalu sensitif.

Berikut ini beberapa pemicu kecemasan sosial di sekolah dan cara menghadapi anak-anak yang mengalaminya:

1. Tertekan akan pantauan orang lain

Ada anak yang merasa diawasi ketika berjalan di depan kelas, memesan makanan di kantin, berbicara dengan guru, dan lain-lain. Bagi mereka yang mengalami kecemasan sosial, hal-hal seperti ini dapat membuatnya makin gelisah.

Saran: Ajarkan strategi relaksasi kepada anak ketika dia merasa takut diawasi. Minta pada gurunya untuk mengizinkan anak tampil di kelompok-kelompok kecil saja dulu sampai dia nyaman. Minta izin pada guru untuk menempatkan anak Anda di posisi yang tidak terlalu signifikan bila memunginkan.

2. Takut berbicara dengan orang lain

Sekolah adalah tempat di mana interaksi sosial seperti obrolan, komunikasi, dan sebagainya terjadi. Tetapi, bagi anak yang mengalami kecemasan sosial hal ini begitu membebani.

 Saran: Sebelum sekolah dimulai, latih keterampilan berbicara anak Anda. Tanyakan pada guru bagaimana agar kemampuan tampil di depan umum dapat dilatih pada anak. Pastikan anak menerima keterampilan untuk berkomunikasi di rumah.

3. Lingkungan baru

Beberapa anak merasa lebih sulit ketika berada di lingkungan baru. Bagi anak yang mengalami kecemasan sosial, transisi di lingkungan baru bisa membuatnya makin frustasi.

 Saran: Orangtua sebaiknya mengunjungi sekolah bersama anak sebelum tahun ajaran dimulai. Setelah hari pertama masuk sekolah, fokuslah untuk membuat anak nyaman pada sekolahnya.

4. Menggunakan toilet umum

 Walau terdengar tidak biasa, banyak anak yang merasa cemas harus menggunakan toilet umum di sekolah.

 Saran: Ajari anak Anda letak toilet di sekolah. Jika anak sangat takut pada toilet umum, minta izin pada sekolah agar dia diizinkan menggunakan toilet guru sampai ketakutannya berkurang. Cari tahu sumber ketakutan anak pada toilet umum.

5. Tampil di depan umum

 Ada kalanya anak harus tampil di depan umum untuk presentasi dan sebagainya. Hal ini dapat memicu perilaku cemas pada anak-anak.

Saran: Latih anak tentang seni berbicara dan tampil di depan umum di rumah. Tanyakan pada guru apakah memungkinkan anak Anda tampil di kelompok kecil terlebih dahulu sebelum presentasi di depan kelas.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan, sekolah, tips

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top