Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dokter: Jangan Percaya Slogan Rokok Elektrik ‘Less Helpful’

Vape atau rokok elektrik sedang tren di kalangan anak muda. Tak sedikit yang mengatakan bahwa rokok jenis ini lebih aman ketimbang rokok konvensional yang dijual di pasaran. Benarkah demikian?
JIBI
JIBI - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  08:37 WIB
NCIG International memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia melihat potensi pasar rokok elektrik yang besar. - FOTO REUTERS
NCIG International memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia melihat potensi pasar rokok elektrik yang besar. - FOTO REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Vape atau rokok elektrik sedang tren di kalangan anak muda. Tak sedikit yang mengatakan bahwa rokok jenis ini lebih aman ketimbang rokok konvensional yang dijual di pasaran. Benarkah demikian?

Dokter spesialis paru dan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Sebab, walaupun tidak mengandung tar, vape tetap tersusun dari karsinogen.

“Seperti rokok konvensional, vape juga mengandung karsinogen. Ini adalah zat yang menyebabkan kanker. Jadi secara langsung, dia merusak DNA dalam sel sehingga menyebabkan kelainan pada sel normal,” katanya dalam acara menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Selasa (28/5/2019).

Selain itu, vape juga dipercaya mengandung senyawa adiktif, termasuk perasa, yang dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru. Jadi, vape maupun rokok konvensional memiliki risiko kesehatan yang sama.

“Berbagai penelitian di luar negeri juga sering menyinggung masalah paru-paru yang ditimbulkan oleh vape. Layaknya rokok konvensional, ada peradangan, produksi lendir dan perubahan fungsi paru-paru. Jadi sebenarnya sama saja kan bahayanya mau elektrik ataupun biasa,” katanya.

Oleh karena itu, Agus pun mengingatkan untuk tidak percaya pada istilah less helpful pada slogan rokok elektrik. Menurut dia, hal tersebut hanya digunakan sebagai pengelabuan dampak negatifnya.

 “Masyarakat harus diedukasi karena hal ini sangat menyesatkan. Jadi sebenarnya istilah less helpful itu hanya pemanis dari industri vape agar rasa khawatir pembeli itu diminimalisasi. Padahal sebenarnya rokok elektrik dan konvensional sama saja ya dampaknya. Sama-sama buruk,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tembakau perokok rokok elektrik

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top