Tidur dengan Kipas Angin Tak Baik untuk Kesehatan

Pada musim panas seperti ini, tidur menggunakan kipas angin memang adalah salah satu solusi untuk menangkal gerah. Namun ternyata, menggunakan kipas angin bisa menyebabkan alergi untuk beberapa orang. Apalagi, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asma.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  10:45 WIB
Tidur dengan Kipas Angin Tak Baik untuk Kesehatan
Tidur dengan kipas angin - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pada musim panas seperti ini, tidur menggunakan kipas angin memang adalah salah satu solusi untuk menangkal gerah. Namun ternyata, menggunakan kipas angin bisa menyebabkan alergi untuk beberapa orang. Apalagi, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asma.

Dikutip dari laman thesun.co.uk, Mark Reddick, penulis buku The Sleep Advisor menerangkan, kipas angin bukan membuat beberapa orang tertidur nyenyak, malah menimbulkan serangan asma.

Mark mengingatkan kalau kipas angin dapat menyebabkan debu dan kotoran di sekitar ruangan, sehingga ia menyarankan pengguna untuk membersihkan kipas anginnya terlebih dahulu sebelum memakainya.

"Karena kipas angin bergerak di sekitar ruangan, hal ini bisa menyebabkan kotoran dan debu yang berpengaruh pada sinus. Jika Anda memiliki alergi, asma dan rhinitis, kipas angin bisa jadi masalah besar," ujarnya.

Selain itu, kipas angin juga berisiko membuat kulit kering karena angin yang konstan menyentuh badan lama-kelamaan akan membuat kulit terasa kering dan terkelupas, sehingga disarankan untuk menggunakan lotion atau pelembab menghindari gejala ini.

 Selain itu, beberapa orang juga tertidur dengan kelopak mata yang tidak rapat tertutup, sehingga hal ini mungkin akan jadi masalah nantinya.

 "Sekali lagi, aliran udara berupa angin bisa bisa membuat mata Anda kering dan menyebabkan iritasi. Apalagi jika Anda memakai kontak lens saat tidur, hal ini sangat berbahaya," sambungnya.

Agar ruangan tetap dingin, Mark menganjurkan menggunakan gorden berwarna cerah. Karena gorden berwarna gelap akan membuat area ruangan semakin panas.

Ditambah lagi, Anda juga bisa mengatur suhu tubuh agar tetap dingin dengan mandi dengan air dingin atau minum minuman segar seperti jus serta menjauhi alkohol, kafein dan minuman yang mengandung gula yang tinggi.

Pastikan juga Anda melepas seluruh setop kontak saat tertidur karena aliran listrik ternyata dapat menghantarkan panas ke dalam ruangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tidur, asma

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup