The Overtunes Lebih Dewasa di Memory Lane

Album Memory Lane disebut menunjukkan perubahan karakter para personil The Overtunes.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  08:59 WIB
The Overtunes Lebih Dewasa di Memory Lane
The Overtunes. - Bisnis/Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA -- The Overtunes mengungkapkan album Memory Lane menunjukkan perubahan karakter para personilnya menuju kedewasaan.

Setelah merilis dua album Extended Play (EP) pada 2018, band yang terdiri atas kakak beradik Mada Emmanuelle, Reuben Nathaniel, dan Mikha Angelo ini akhirnya merilis full album. The Overtunes menuturkan proses pembuatan Memory Lane lebih bisa dinikmati karena mereka lebih paham proses pembuatan album dan cara kerja rekaman di studio.

“[Di] Album kedua, kami merasakan beragam pengalaman dalam pembuatan lagu, proses rekaman, dan perilisan album kali ini menjadi lebih matang. Kebetulan di album kedua, lebih dipercayai dari studi untuk membuat karya, sehingga membuat kami lebih nyaman," jelas Mada kepada Bisnis, baru-baru ini.

Meski ada perubahan karakter, tapi dia menyatakan perubahan yang terjadi tidak drastis. Yang jelas, pendengar bisa mengetahui kalau The Overtunes makin dewasa. 

“Album ini menggambarkan bahwa kami menulis setiap lagu dengan lebih matang dan tanpa sadar mengeluarkan karakter kami masing-masing. Dari ragam karakter ini dilebur oleh kami menjadi suatu jalan memori yang bisa dikenang sampai kapanpun,” lanjut Mada, yang memegang bass.

Mikha, selaku vokalis dan gitaris, menjelaskan Memory Lane dirilis karena mereka ingin menyatukan karyanya menjadi full album. Hal ini diklaim sudah direncanakan sejak lama.

“Dari pertama rilis, kami sudah merencanakan untuk menggabungkan 5 lagu dari Memories Made dan 5 lagu dari Memories in the Making. Dua lagu lainnya adalah lagu baru yang khusus dibuat untuk Memory Lane, yaitu Takkan Ke Mana dan New Sky,” paparnya.

Memory Lane mengambil tema memori sebagai garis besar. Jika EP Memories Made menunjukkan bagaimana memori dibuat dan Memories in the Making menunjukkan bagaimana The Overtunes merajut komitmen untuk membangun memori yang ada, maka album ini menjadi jalan kenangan dari memori mereka.

Reuben menambahkan filosofinya adalah ketika mereka membayangkan keseluruhan hidup sebagai jalan kenangan dan tidak akan tahu apakah bisa mengingat segala kenangan itu setelah tak ada lagi di dunia. 

“Itu misteri, sehingga memori adalah sebuah kata yang dapat membahas tentang masa lalu dan masa depan. Jalan kenangan yang kami buat nanti semoga menjadi karya yang dapat dinikmati seluruh penikmat musik kami,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top