Memory Lane, Jalan Kenangan The Overtunes

Setelah merilis dua album Extended Play (EP) pada tahun lalu, The Overtunes akhirnya mengeluarkan full album.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  08:43 WIB
Memory Lane, Jalan Kenangan The Overtunes
The Overtunes. - Bisnis/Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah dua album Extended Play (EP) mereka sukses ketika dirilis tahun lalu, The Overtunes akhirnya mengeluarkan full album dengan judul Memory Lane.

Band yang beranggotakan kakak beradik Mada Emmanuelle, Reuben Nathaniel, dan Mikha Angelo ini mengambil tema memori sebagai garis besar album terbarunya. 

“[Album ini] Menceritakan ketika bagian pertama [EP Memories Made] adalah bagaimana memori ini kami buat dan bagian kedua [EP Memories in the Making] adalah bagaimana caranya kami merajut komitmen untuk membangun setiap memori yang ada. Kemudian, Memory Lane menjadi jalan kenangan dari memori kami,” jelas Mada pada Bisnis, baru-baru ini.

Reuben menambahkan filosofinya adalah ketika mereka membayangkan keseluruhan hidup sebagai jalan kenangan dan tidak akan tahu apakah bisa mengingat segala kenangan itu setelah tak ada lagi di dunia.

“Itu misteri, sehingga memori adalah sebuah kata yang dapat membahas tentang masa lalu dan masa depan. Jalan kenangan yang kami buat nanti semoga menjadi karya yang dapat dinikmati seluruh penikmat musik kami,” terangnya.

Total terdapat 12 lagu dalam album ini dengan menggabungkan lima lagu dari Memories Made dan lima lagu dari EP Memories in the Making. Dua lagu lainnya adalah lagu baru yang khusus dibuat untuk Memory Lane, yaitu Takkan Ke Mana dan New Sky.

Awalnya, Takkan Ke Mana hanya berupa vokal dan piano. Namun, The Overtunes memutuskan untuk membuat versi yang lebih berwarna dan memilih instrumen-instrumen yang lebih serasi dengan hangatnya lagu gubahan Mikha ini.

Mikha menjelaskan lagu ini lahir ketika dirinya sedang memikirkan arti kesuksesan. Dia juga membayangkan skenario ketika dirinya menjadi seorang suami dan kepala keluarga yang melihat istri dan anaknya sedang bermain.

“Temanya tentang kesadaran akan indahnya hidup karena dicintai orang yang sangat kita sayangi serta janji untuk mempertahankan cinta itu.  Jadi, dulu saat membayangkan itu aku merasa ketika aku akan menjadi figur seorang bapak, itu adalah hal yang indah dan tidak dapat dilukiskan,” paparnya.

Mikha mengungkapkan lagu ini ingin menunjukan rasa syukur dan hasil dari perjuangan yang panjang, ketika seseorang yang kesepian akhirnya bisa menemukan hangatnya "rumah".

Takkan Ke Mana telah dibuatkan video klip yang lokasinya diambil di Hong Kong. Untuk video klip ini, The Overtunes bekerja sama dengan tim videografer dari Athea Visuals, di mana Ivan Saputra sebagai sutradara dan Matthew Pradipta sebagai manajer lokasi.

Adapun New Sky digubah oleh Reuben. Ide lagu ini sebenarnya muncul saat The Overtunes sedang berada di Palembang, tapi terlupakan hingga ketika mereka menggelar pertunjukan di Singapura.

New Sky dibuat saat kami bermain di festival musik di Singapura sebagai salah satu perwakilan musisi dari Indonesia. Waktu itu kami merasa perlu membuat lagu berbahasa Inggris dan liriknya adalah ketika kami melihat langit baru dan kami ingin menyambut langit tersebut dengan semangat baru,” ucapnya.

Saat ini, Memory Lane sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform yang tersedia di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top