Detektif Conan: The Fist of Blue Sapphire Sajikan Kisah Misteri Berbeda

Film Detektif Conan ke-23 yang berjudul The Fist of Blue Sapphire (Konjou no Fist) membawakan interaksi yang menghibur dengan hadirkan pertempuran antara akal, tipuan sulap, pemecahan misteri dan kekuatan fisik.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  17:21 WIB
Detektif Conan: The Fist of Blue Sapphire Sajikan Kisah Misteri Berbeda
Poster film Detectif Conan - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Film Detektif Conan ke-23 yang berjudul The Fist of Blue Sapphire (Konjou no Fist) membawakan interaksi yang menghibur dengan hadirkan pertempuran antara akal, tipuan sulap, pemecahan misteri dan kekuatan fisik.0

Film yang diadaptasi dari komik karya Aoyama Gosho ini mengambil latar tempat di Singapura ini dibuka dengan pembunuhan seorang pengacara ternama. Hal itu pula yang membuat sedikit banyak tokoh dalam film ini berbahasa Inggris.

Menariknya, di saat yang bersamaan, Conan Edogawa atau Shinichi Kudo, Ran Mouri bersama ayahnya Kogoro Mouri berlibur ke Singapura untuk menonton pertandingan karate Makoto Kyogoku, pacar Sonoko Suzuki.

Rencana liburan mereka pun berubah ketika mengetahui kasus pembunuhan di Singapura serta rencana pencurian batu safir biru (Fist of Blue Sapphire) oleh Kaitou Kid seorang rival dari Conan. Fist of Blue Sapphire tersebut ditemukan seorang jutawan di perairan Singapura. Dari segi cerita, Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire bisa dibilang cukup 'ramai dan sibuk'. Banyak kasus yang harus dipecahkan meski memang semua berujung pada Fist of Blue Sapphire.

Dalam film kali ini, Kaitou Kid hendak mencuri sebuah permata bernama Fist of Blue Sapphire yang baru ditemukan dari bangkai kapal perompak oleh seorang miliarder dari Singapura. Di sisi lain, Kyougoku diundang untuk berpartisipasi dalam sebuah turnamen karate yang diadakan oleh sang miliarder, dengan sabuk berhiaskan Fist of Blue Sapphire sebagai hadiahnya

Sonoko, Ran, dan Kogoro ikut pergi ke Singapura untuk menonton Kyougoku. Sedangkan Conan dibawa paksa ke Singapura oleh Kid untuk membantunya, karena sebelum turnamen itu berlangsung, seorang pengacara yang mensponsori Kyougoku tewas dibunuh dengan Kid dijadikan kambing hitam. Kasus ini akhirnya menyeret mereka semua kepada suatu konspirasi besar.

Selain merupakan film Detektif Conan pertama yang disutradarai oleh perempuan, yaitu Tomoka Nagaoka, film ini juga merupakan film Conan pertama yang benar-benar bersetting di luar Jepang. Singapore Tourism Board bahkan turut memberikan dukungan pada acara nonton bareng film ini di beberapa kota seperti di Bandung dan Surabaya.

Setidaknya setting luar negeri itu memberi situasi yang tak terhindarkan bagi Conan untuk membantu Kid. Tidak ketinggalan, film ini menampilkan klimaks berskala besar di lokasi-lokasi yang menjadi landmark Singapura seperti Marina Bay Sands, dengan aksi-aksi yang dianimasikan dengan memukau.

Minami Takayama masih menjadi pengisi suara Conan Edogawa, Kappei Yamaguchi sebagai Shinichi Kudo dan Kaito Kid, Wakana Yamazaki sebagai Ran Mori serta Megumi Hayashibara sebagai Ai Haibara. Hal-hal kecil seperti lagu tema serta permainan-permainan yang selalu terjadi dalam serial juga dipertahankan dalam film yang disutradarai Tomoka Nagaoka.

Di Jepang sendiri, film ini mampu menyalip ketenaran Avengers: Endgame. Dalam pekan pembukaannya, Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire langsung mendapatkan 1,88 miliar yen atau sekitar Rp243,9 miliar.

Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire merupakan film terlaris kedua setelah Detective Conan: Zero the Enforcer dalam seri Detective Conan Case Closed. Film berdurasi 110 menit ini sudah tayang di Indonesia sejak 24 Juli di jaringan bioskop Cinemaxx dan CGV.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
animasi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top