Mitos Seputar Kanker Prostat

Staf Medik Departemen Urologi RSCM Agus Rizal Hariandy Hamid mengatakan bahwa saat ini terdapat beberapa anggapan yang kurang tepat tersebar di masyarakat mengenai kanker prostat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  16:16 WIB
Mitos Seputar Kanker Prostat
Ilustrasi penderita prostat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kanker prostat merupakan penyakit kanker yang dialami para pria akibat pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di kelenjar prostat atau di dalam sistem reproduksi laki-laki.

Staf Medik Departemen Urologi RSCM Agus Rizal Hariandy Hamid mengatakan bahwa saat ini terdapat beberapa anggapan yang kurang tepat tersebar di masyarakat mengenai kanker prostat.

Dia mencontohkan misalnya informasi mengenai sebuah laporan yang menyebut ejakulasi dapat mengurangi risiko prio terkena prostat. Menurutnya, hal tersebut masih merupakan teori yang masih belum menjadi kebenaran.

“Ejakulasi menurunkan kanker prostat memang ada jurnal soal itu. Tapi belum banyak yang membahas karena sulit melakukan studinya. Itu tidak sepenuhnya benar tapi bukan berarti salah sama sekali, hanya belum ada penelitian lanjutan yang terkait,” katanya.

Sementara itu, Kepala Departemen Urologi RSCM Irfan Wahyudi menyebut salah persepsi yang juga terjadi adalah anggapan keliru tentang biopsi prostat, yang merupakan prosedur untuk menentukan ada tidaknya tanda kanker dengan cara mengambil sampel jaringan pada kelenjar prostat.

Menurutnya, banyak anggapan yang beredar di masyarakat bahwa upaya biopsi prostat bisa menyebabkan kanker makin menyebar ke bagian tubuh lain dan menimbulkan infeksi. Selain itu, proses yang dijalani juga sangat menyakitkan dan mengeluarkan banyak darah.

Padahal, hal tersebut tidaklah benar. Terlebih saat ini, para ahli mulai menggunakan teknik biopsi transperineal yang dilakukan melalui perineal (antara kantung kemaluan dan anus) bukan dari saluran cerna atau saluran kemih.

“Anggapan seperti ini sekarang sudah bisa dipatahkan dengan kemajuan teknologi kesehatan yang terus berkembang karena dapat meminimalisis hal-hal tersebut. Intinya saya mau bilang, jangan takut untuk cek prostat karena kalau diketahui penyakitnya lebih dini malah lebih bagus, langsung bisa ditangani,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prostat

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top