Waspada Penggunaan Baby Walker Untuk Latih si Kecil Berjalan

Alat bantu jalan bagi bayi yang dikenal dengan baby walker seringkali menjadi pilihan orang tua agar si buah hati dapat berlatih dan segera bisa berjalan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menjadi bumerang bagi anak.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  13:12 WIB
Waspada Penggunaan Baby Walker Untuk Latih si Kecil Berjalan
Ilustrasi - Babypost

Bisnis.,com JAKARTA – Alat bantu jalan bagi bayi yang dikenal dengan baby walker seringkali menjadi pilihan orang tua agar si buah hati dapat berlatih dan segera bisa berjalan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menjadi bumerang bagi anak.

Dokter spesialis fisik dan rehabilitasi Syarief Hasan Lutfie mengatakan penggunaan baby walker terlalu dini dapat menyebabkan pelemahan pada otot-otot bayi, khususnya pada bagian kaki hingga betis.

“Bayi itu sangat rentan mengalami masalah fisik karena struktur tubuhnya masih dalam tahapan perkembangan. Penggunaan baby walker justru bisa menyebabkan pelemahan otot sehingga meningkatkan risiko kecatatan di kaki,” katanya.

Selain itu, memaksakan bayi yang belum bisa berjalan dengan baik menggunakan baby walker dapat menyebabkan anak mengalami cara berjalan yang tidak normal.

Hal ini dikarenakan bayi terus berjalan secara sembarangan sementara kakinya belum mampu menumpu beban tubuh secara seimbang. Belum lagi, kebiasaan bayi yang berlatih jalan dengan cara jinjit bisa membentuk otot kaki yang tidak normal.

Oleh sebab itu, Syarief menyarankan agar orang tua menerapkan dan mendidik bayi untuk berjalan secara manual, yaitu dengan didampingi dan memegang anak untuk menjaga kestabilan tubuhnya. Hal ini juga tidak boleh dilakukan untuk jarak tempuh yang jauh, apabila bayi masih dalam tahap awal pembelajaran.

Baru setelah anak dirasa sudah bisa menapak dengan baik, mereka diizinkan menggunakan baby walker tadi, “Kalau mau pakai [baby walker] syaratnya si bayi sudah tegak dan kakinya kuat. Sekitar usia sembilan bulanan lah, jangan terlalu dini,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top