Dari Tencent Hingga Ubisoft Tertarik Games Buatan Indonesia

Sejumlah perusahaan game besar dunia menunjukkannketertarikannya terhadap games buatan Indonesia, saat mengunjungi stand paviliun Indonesia pada ajang Gamescom 2019 yang digelar di Cologne, Jerman pada 20-24 Agustus 2019.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  08:16 WIB
Dari Tencent Hingga Ubisoft Tertarik Games Buatan Indonesia
Suasana babak Grand Final Piala Presiden Esports 2019 yang berlangsung di Istora Senayan pada Minggu (31/3/2019). - Bisnis/Rahmad Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah perusahaan game besar dunia menunjukkan ketertarikannya terhadap games buatan Indonesia, saat mengunjungi stand paviliun Indonesia pada ajang Gamescom 2019 yang digelar di Cologne, Jerman pada 20-24 Agustus 2019.

Presiden Asosiasi Games Indonesia (AGI) Cipto Adiguno menyatakan bahwa dengan status sebagai event game terbesar di dunia, Gamescom 2019
dihadiri oleh banyak perusahaan- perusahaan game papan atas dunia.

"Beberapa dari perusahaan game besar dunia tersebut pun mengunjungi paviliun Indonesia dan bertemu dengan delegasi. Pertemuan itu ada yang sudah direncanakan sebelumnya melalui aplikasi MeetToMatch yang disediakan penyelenggara, ada juga dari pengunjung yang tertarik untuk diskusi setelah melihat beberapa hasil karya developer Indonesia yang
terpampang di sekeliling paviliun," ujarnya, Sabtu (24/08/2019).

Menurutnya, dalam dua hari, tercatat ada beberapa perusaahan game top dunia yang berdiskusi dan menyatakan ketertarikan terhadap game buatan
Indonesia.

Mereka itu antara lain seperti Tencent (publisher PUBG Mobile), 505 Games (publisher dari No Man’s Sky), Platinum Games (developer dari Bayonetta dan Metal Gear Rising: Revengeance), Ubisoft (developer dari
Assassin’s Creed dan Watch Dogs), Square Enix (developer dari Final Fantasy dan Kingdom Hearts), dan Electronic Arts/EA (developer dari Need For Speed dan FIFA).

"Beberapa dari mereka menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan judul game baru. Ada juga yang juga tertarik untuk menjadi publishing partner dari game Indonesia untuk menuju pasar global," ujarnya.

Menurutnya dengan banyaknya nama-nama besar yang menyatakan ketertarikan terhadap game Indonesia, tentu diharapkan ke depan bakal semakin banyak game Indonesia yang mendunia dan bisa meramaikan berbagai macam platform game mulai dari mobile, PC hingga konsol.

Giring Ganesha, CEO IESPL menambahkan bahwa Gamescom 2019 bukan hanyajuga memberikan dampak yang positif para developer maupun publisher
game saja, namun juga untuk ekosistem game secara keseluruhan, termasuk esports.

"Kehadiran beberapa perusahaan besar di bidang esports mulai dari game esports, penyelenggara, talent hingga platform dan layanan streaming internasional bisa menjadi pintu gerbang bagi esports Indonesia untuk menjamah pasar global," ujarnya.

Dengan demikian, diharapkan nantinya, atlet esports Indonesia bisa memiliki jenjang karir yang jelas, bukan cuma di dalam negeri melainkan hingga ke tingkat dunia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
esports

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top