Menkes Sambut Siswa Penemu Alternatif Obat Kanker

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyambut dengan bangga empat orang siswa yang baru-baru ini menemukan opsi pengobatan penyakit kanker dan glukometer sebagai alat yang berguna menentukan kadar gula dalam darah tanpa harus mengambil sampel darah di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  14:13 WIB
Menkes Sambut Siswa Penemu Alternatif Obat Kanker
Menkes Nila F. Moeloek dan siswa dari British School Jakarta dan SMAN 2 Palangkaraya di Gedung Kemenkes, Jakarta Pusat pada Senin (26/8 - 2019)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyambut dengan bangga empat orang siswa yang baru-baru ini menemukan opsi pengobatan penyakit kanker dan glukometer sebagai alat yang berguna menentukan kadar gula dalam darah tanpa harus mengambil sampel darah di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan.

Keempat murid tersebut adalah Calestine Wendary dari British School Jakarta yang menemukan alat glukometer bagi penderita diabetes melitus dan Aysa Aurealya Maharani, Anggina Ravitri dan Rafli Yazid Akbar dari SMAN 2 Palangkaraya, yang menemukan khasiat kayu bajakah sebagai opsi penyembuhan penyakit kanker.

“Calestine sederhana pemikirannya, kalau kalian punya penyakit diabetes melitus, mau nggak kalian ditusuk empat lima kali? Adik ini memperhatikan cara bagaimana suhu tubuh berhubungan dengan ilmu fisika. Uji cobanya bisa diukur secara fisika tentang gula darah di tubuh kita,” ungkap Menkes pada Senin (26/8/2019). 

Calestine sendiri adalah gadis berusia 16 tahun yang memulai penelitiannya karena kegusaran akibat banyaknya anggota keluarga dari teman-temannya yang mengidap penyakit diabetes. Ditambah lagi, ia sendiri juga gemar mengonsumsi minuman bergula seperti Boba.

“Adik Yazid ini memperhatikan neneknya sakit kanker dan perlahan bisa sembuh dengan minum akar bajakah ini. Sehingga mulai dipikirkan oleh teman-temannya, dan dibantu oleh guru dan pembimbingnya untuk difasilitasi,” ujar Menkes.

Menkes menyebut pihaknya  melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan akan terus melakukan uji coba untuk menguji ketepatan alat ukur glukometer dan efektifitas bajakah dalam mengobati penyakit kanker.

“Sebelum dikomersialisasikan, hal ini nanti akan didorong oleh Litbangkes untuk terus diteliti agar bisa bermanfaat bagi masyarakat kita,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diabetes, kanker, kanker

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top