Tips Sukses Diet dari Lifestyle Nutrition Expert

Banyak masyarakat yang mencoba berbagai metode diet untuk menurunkan berat badan, mulai dari diet keto, diet paleo, diet mayo, dan lain sebagainya. Sayangnya, tidak sedikit yang gagal menjalankan program tersebut karena tidak memahami sepenuhnya mengenai konsep diet yang dijalankan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  16:12 WIB
Tips Sukses Diet dari Lifestyle Nutrition Expert
Ilustrasi puasa - ukrevival.net

Bisnis.com, JAKARTA- Banyak masyarakat yang mencoba berbagai metode diet untuk menurunkan berat badan, mulai dari diet keto, diet paleo, diet mayo, dan lain sebagainya. Sayangnya, tidak sedikit yang gagal menjalankan program tersebut karena tidak memahami sepenuhnya mengenai konsep diet yang dijalankan.

Alvin Hartanto, Lifestyle Nutrition Expert mengatakan selain konsisten dan disiplin, kunci sukses agar diet yang dijalankan adalah memahami ilmunya terlebih dahulu.

Misalnya saja, ketika seseorang ingin menjalankan diet keto yang tinggi protein, tinggi lemak, dan rendah karbo. Diet ini memang memungkinkan seseorang akan lebih cepat turun berat badan karena memungkinkan tubuh mencapai fase ketosis.

Yaitu ketika tubuh cenderung menggunakan lemak sebagai sumber energy dibandingkan karbo. Hal ini berpengaruh pada penurunan kadar glikogen dan berat air yang banyak di keluarkan dari dalam tubuh sehingga membuat berat badan mudah turun. Namun diet ini belum tentu baik dijalankan oleh setiap orang.

Untuk orang yang kolesterolnya tinggi, diet ini berbahaya karena justru akan semakin meningkatkan kadar lemak di dalam darah, lemak baik maupun lemak jahat. Diet rendah karbo ini juga akan bahaya untuk seseorang yang pada dasarnya memiliki gula darah yang rendah karena justru akan semakin lemas dan pusing. Hal lain yang juga bisa menjadi masalah adalah timbulnya jerawat karena banyak mengonsumsi lemak.

“Terkadang ada diet yang cocok diterapkan pada seseorang tetapi tidak cocok untuk orang lain karena kondisi setiap orang berbeda-beda, karena itulah diet ini butuh ilmunya juga,” tuturnya.

Selain diet keto, ada pula diet Paleo yang mulai ramai diperbincangkan atau diet manusia gua di zaman paleolitikum. Diet ini hanya memperbolehkan untuk makan daging, buah, dan sayur. Tidak boleh makan roti, minum susu, tanpa gula, garam, dan makanan olahan.

“Paleo bagus karena banyak protein dan kaya akan serat tetapi karena ini diet zaman purba, lama-lama akan sulit juga dijalankan di masa modern. Kalau mau jalanan diet ini sebetulnya tidak apa tetapi kalau terlalu ketat susah juga, lebih baik dimodifikasi,” terangnya.

Menurut Alvin, apapun diet yang dijalankan harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi makro, mikro, dan kalori di dalam tubuh. Makro nutrisi terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan mikro nutrisi adalah vitamin dan mineral

“Diet itu harus ada ilmunya juga dan tidak usah terlalu terpatok pada stau gaya, fleksibel aja. Yang penting sudah sesuai dengan kesehatan, nutrisi makro, mikro, dan kalorinya tercukupi. Sebab, sering kali ketika diet seseorang hanya melihat dari segi kalori, padahal makro dan mikro nutrisinya justru tidak terpenuhi, ini yang bisa membuat diet menjadi gagal,” tuturnya.

Alvin juga menuturkan bahwa kegagalan seseorang dalam menjalankan diet karena sifatnya yang hanya sesaat.  Misalnya, ketika seseorang ingin menurunkan atau menaikkan berat badan pada target tertentu dengan cara diet yang cukup rumit, maka ketika sudah mencapai target, dietnya berhenti. Hal yang terjadi kemudian adalah berat badan akan kembali naik sehingga di berat badannya hanya akan naik turun saja.

Berbeda jika seseorang menjadikan diet sebagai gaya hidup dengan mengatur pola makan, memenuhi kebutuhan makro, mikro nutrisi, serta kecukupan kalori, ditambah dengan rutin berolahraga, berat badannya akan turun secara alami hingga mencapai posisi ideal.

“Ketika diet dengan gizi seimbang dan olahraga yang cukup menjadi gaya hidup maka akan bertahan secara jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, diet dengan gizi seimbang perlu dilakukan dengan tetap mengonsumsi makanan secara teratur bukan malah mengurangi jam makan atau menghilangkan salah satu komponen makanan.

Hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menghitung jumlah kalori. Biasanya kebutuhan harian kalori rata-rata orang dewasa adalah 2000 kalori. Dari kebutuhan tersebut dibagi menjadi sarapan, makan siang, makan malam dan diselingi dengan snack pada pagi dan sore hari

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diet

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top