Milenial, Tak Perlu Patah Arang untuk Punya Rumah

Tingginya harga rumah membuat banyak generasi milenial patah arang untuk memiliki rumah sendiri.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  12:00 WIB
Milenial, Tak Perlu Patah Arang untuk Punya Rumah
Pemimpin Cabang BRI Jakarta-Gunung Sahari, Achmad Suadi saat ditemui Bisnis, di Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat. JIBI/Bisnis - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA - Tingginya harga rumah membuat banyak generasi milenial patah arang untuk memiliki rumah sendiri.

Banyak yang pesimistis generasi anak muda ini bisa memiliki rumah. Meski demikian, rata-rata milenial justru belum memandang pentingnya berinvestasi, terutama di sektor properti. Ada banyak hal yang melatarbelakangi keengganan generasi milenial untuk membeli rumah.

Memiliki rumah dirasakan mereka bukan kebutuhan utama. Bagi sebagian besar milenial, gaya hidup lebih mereka prioritaskan. Dari mulai fesyen, teknologi, food and beverage (F&B), pendidikan, traveling, dan komunitas.

Belum lagi dana yang besar untuk membeli rumah, membuat mereka berpikir ribuan kali.

Melihat fenomena tersebut, bank tidak kehabisan akal. Sejumlah bank pun sudah mengeluarkan produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang khusus ditujukan untuk milenial, baik itu untuk memiliki rumah ataupun apartemen.

BRI

Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jakarta-Gunung Sahari, Achmad Suadi mengatakan bahwa KPR BRI selalu konsisten dalam memberikan solusi dan kemudahan dalam memiliki hunian. Baik itu, rumah tinggal, apartemen, condotel, ruko atau rukan.

Berlaku untuk pembelian baru, bekas, refinancing, top up, pembangunan, renovasi, dan take over/take over top up dari bank lain.

“Memiliki rumah adalah kebutuhan dasar dimana melalui KPR tentunya juga mempertimbangkan dengan penyesuaian dari segi inflasi, kemampuan keuangan, dan banyak hal lain. Seperti dengan Down Payment (DP), mulai dari 10 persen dengan jangka waktu hingga 20 tahun dan beberapa program lainnya,” ujarnya kepada Bisnis di Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat.

Program KPR BRI Merdeka, untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2019 memberikan promo menarik bagi para nasabah selama periode 1 Juli 2019 hingga 30 September 2019.

“Para nasabah yang ingin mengajukan KPR akan mendapatkan berbagai penawaran menarik, mulai dari bunga ringan hingga biaya administrasi dan provisi yang ringan pula. Dan pastinya, promo BRI KPR Merdeka ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Suadi juga memahami bahwa salah satu fenomena yang melekat dengan KPR adalah over credit, ia mengutip aturan dari Bank Indonesia, rumah pertama akan mendapatkan uang muka kecil, namun untuk rumah kedua uang mukanya naik, sehingga bila sudah mengambil KPR di bank BRI maka dianggap sebagai rumah pertama. Namun, setelah melakukan over credit akan dianggap sebagai rumah kedua.

“Kalau di BRI memberikan tenor juga melihat dari usia nasabah, maksudnya adalah jenjang usia saat ini hingga waktu pensiunnya. Misalnya, nasabah yang memiliki umur 30 tahun, berarti dengan usia produktifnya hingga masa pensiunnya tinggal 26 tahun, maka akan diberikan kpr selama waktu usia produktfif tersebut,” tambahnya.

Untuk developer yang melakukan kerja sama KPR dengan BRI adalah melihat kelayakan developer, lokasi perumahan yang akan dibangun, serta fasilitas yang diberikan nantinya, izin usaha yang dimiliki. Kemudian, bila rekam jejaknya sudah baik maka akan dilakukan perjanjian kerja sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen, bbri, generasi milenial

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top