Film Kapal Goyang Kapten, Teror Pembajakan Kapal Jadi Penuh Komedi

Film Kapal Goyang Kapten, garapan dari Raymond Handaya, resmi di-launching pada Kamis (5/9/2019).
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 02 September 2019  |  21:09 WIB
Film Kapal Goyang Kapten, Teror Pembajakan Kapal Jadi Penuh Komedi
Para pemeran Film Kapal Goyang Kapten saat melakukan pers conference di Mall Paragon Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG – Film Kapal Goyang Kapten, garapan dari Raymond Handaya, resmi di-launching pada Kamis (5/9/2019).

Film yang bercerita tentang pembajakan kapal yang dikemas dengan genre drama komedi ini, Senin (2/9/2019) pun diperkenalkan di Semarang, tepatnya di XXI Mall Paragon Semarang.

Bersama sejumlah aktor, seperti Ge Pamungkas sebagai Daniel, komika Babe Cabita sebagai Gom-Gom, Muhadkly Acho sebagai Cakka, Naomi Papilaya sebagai Salma, dan aktor senior Mathias Muchus yang berperan sebagai Sentot, menyapa penggemarnya yang ada di Semarang.

“Film ini mengisahkan para wisatawan yang sedang berlibur ke Kepulauan Ambon. Di tengah perjalanan, kapal wisatawan yang diperankan Yuki Kato (Tiara) dan lainnya, tiba-tiba dibajak oleh Cakka dan lainnya,” kata sutradara Kapal Goyang Kapten, Raymond Handaya, Senin (2/9/2019).

Film tersebut menyuguhkan aneka komedi di tengah tegangnya pembajakan kapal. Cakka, Daniel, Bertus yang diperankan komuika Mamat Alkatiri, dikisahkan sebagai tiga perompak amatir yang terpaksa membajak kapal wisata di perairan Maluku karena butuh duit.

“Karena amatir inilah, para pembajak atau perompak akhirnya melakukan kesalahan, bukan malah membawa hasil rampasan. Ketiga perampok bersama penumpang malah terjebak ke pulau kosong tidak berpenghuni. Nah, di sinilah kita coba buat drama komedi, dari awal hingga akhir film,” tuturnya.

Dia menjelaskan film tersebut menyasar segmentasi semua kalangam mulai dari remaja, dewasa, orang tua, bahkan anak-anak, denga target bisa diterima penonton dan mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat Semarang.

“Target penonton kalau jumlah, mungkin kami ingin film ini bisa diterima. Roadshow di beberapa kota sebelumnya, sambutan penonton sangatlah bagus, kalau bisa sih masuk Box Office,” tambahnya.

Sementara itu, Mathias Mucus mengaku dipilihnya Indonesia bagian timur sebagai lokasi shooting, karena memiliki potensi yang besar dari segi keindahan alam.

Film yang memerlukan 18 hari untuk shooting ini, menurut dia, tidak pernah sepi dari candaan atau komedi, khas dari para komika yang berperan sebagai aktor. “Kalau tantangannya sih lebih ke cuaca, karena hampir semua pemain ini komika, ya rame terus ngga ada sepinya,” tambahnya.

Sentot yang diperankan Mathias Mucus, dikisahkan sebagai mantan kapten kapal yang selamat karena kapal yang ia kemudikan karam.

Sentot akhirnya terdampar selama bertahun-tahun di pulau terpencil dan tidak berpenguhuni, sampai akhirnya rombongan wisatawan dan pembajak datang karena kapal milik Gomgom kebehabisan bahan bakar.

“Untuk menjiwai peran, saya sempat nginep di pulau tersebut sendirian ketika para kru balik ke hotel. Ya, pokoknya film ini rasanya ramai, ada konfilk, percintaan dan komedinya juga, harus nonton biar tahu ceritanya,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top