5 Langkah Tetap Fokus di Lingkungan Kerja yang Sibuk

Banyaknya kebisingan dan gangguan di kantor dapat memengaruhi produktivitas kerja. Sayangnya, gangguan kerja semacam ini merupakan perjuangan sehari-hari bagi banyak pegawai.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 September 2019  |  14:45 WIB
5 Langkah Tetap Fokus di Lingkungan Kerja yang Sibuk
Ilustrasi - Orkhacreative

Bisnis.com, JAKARTA - Jika Anda telah bekerja untuk waktu yang cukup lama, pastinya suasana sebuah kantor yang sibuk sudah tidak asing lagi bagi. Anda mungkin sudah terbiasa dengan suara ketukan jari pada keyboard, dering telepon, dan bunyi beep mesin-mesin kantor dari pagi sampai malam.

Walaupun Anda sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut, banyaknya kebisingan dan gangguan di kantor dapat memengaruhi produktivitas kerja. Sayangnya, gangguan kerja semacam ini merupakan perjuangan sehari-hari bagi banyak pegawai.

Faktanya, sebuah riset yang dilakukan oleh UC Irvine mengungkapkan bahwa para pegawai kantor hanya mampu fokus pada tugas-tugas mereka untuk durasi waktu rata-rata 3 menit dan 5 detik sebelum konsentrasi mereka terganggu.

Gangguan ini mungkin berupa faktor eksternal seperti kebisingan di lingkungan kerja, atau internal seperti ketika Anda merasa mengantuk, bosan atau sedang mengalami rasa sakit atau nyeri pada tubuh yang memengaruhi konsentrasi dan produktivitas.

Adanya gangguan tersebut dari waktu ke waktu dapat berakibat pada kinerja yang buruk dan berkurangnya produktivitas, serta menyebabkan berbagai masalah kesehatan serta nyeri kronis pada tubuh Anda.

Walau berbagai kebijakan kantor dapat membantu mengurangi dampak paparan jangka panjang akan gangguan-gangguan tersebut, para pegawai tetap harus turut berpartisipasi aktif dalam mendorong diri mereka sendiri mengatasi gangguan-gangguan di kantor dan melawan 'musuh-musuh' produktivitas ini.

Berikut tip yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga fokus di tengah lingkungan kerja yang sibuk dan bising.

1. Tampilkan indikator visual bahwa Anda sedang sibuk.

Tidak perlu memasang billboard setinggi 3 meter untuk melakukan hal ini, sebuah indikator DO NOT DISTURB atau BUSY yang sederhana pada aplikasi chat Anda sudah cukup, kok. Hal ini akan menahan kolega Anda untuk tidak mengajak Anda mengobrol online. Untuk menahan mereka yang ingin berbicara langsung dengan Anda, mengenakan headphone adalah ide yang bagus, hal ini akan memberikan isyarat visual kepada orang lain bahwa Anda tidak ingin diganggu tanpa perlu mengatakan apapun. Jika Anda memiliki ruang kerja pribadi, Anda dapat mengunci pintu dan pasanglah palang atau tanda di depannya.

2. Carilah lokasi yang tenang di kantor untuk melakukan pekerjaan Anda

Beberapa perusahaan akhir-akhir ini tidak lagi memakai pengaturan kantor berbentuk sekat atau partisi, melainkan beralih pada desain yang lebih menekankan efisiensi dan privasi. Jika Anda merupakan salah satu orang beruntung yang memiliki fasilitas semacam ini di tempat kerja, manfaatkan hal tersebut dengan baik. Namun, apabila perusahaan Anda memiliki pendekatan desain yang lebih tradisional, menemukan sebuah ruang kosong untuk Anda gunakan adalah alternatif yang baik.

Strategi ini paling baik digunakan ketika Anda hendak melakukan pekerjaan yang melibatkan banyak detail sehingga membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi.

3. Matikan gadget Anda

Pembunuh produktivitas terbesar di zaman modern ini mungkin adalah gadget tercinta. Sebuah bunyi 'beep' tanda pesan masuk dapat merusak konsentrasi yang paling fokus sekalipun.

Memang sulit untuk melepaskan diri dari handphone Anda, tetapi ingat bahwa yang harus menjadi prioritas adalah pekerjaan, bukan bersosialisasi.

Anggaplah kantor sebagai sebuah bioskop atau tempat ibadah di mana penggunaan gadget tidak disarankan, aktifkan mode silent atau matikan gadget Anda sepenuhnya saat bekerja akan membantu Anda tetap berkonsentrasi pada tugas yang sedang dikerjakan. Demikian pula halnya dengan aplikasi media sosial Anda di komputer.

Tahan keinginan untuk memeriksa Facebook, Instagram atau Twitter pada saat bekerja dan matikan layanan desktop notification mereka jika memungkinkan.

4. Selalu siapkan 'simpanan darurat' dalam laci Anda

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak semua gangguan berasal dari sumber eksternal. Seringkali, justru tubuh Anda sendiri yang dapat menganggu arus kerja Anda. Sakit kepala dan nyeri tubuh lainnya terkadang mampu membuat seseorang tidak bisa bekerja.

Pada saat-saat seperti ini, ada baiknya apabila Anda menyimpan sejumlah obat-obatan dan snack di dalam laci meja. Obat-obatan atau salep dapat membantu meredakan rasa sakit semebtara, dan camilan sehat akan membantu mengatasi rasa lapar dan mempertahankan konsentrasi Anda.

5. Mencari bantuan profesional

Teknik-teknik diatas mungkin bermanfaat sebagai solusi jangka pendek, tetapi untuk solusi jangka panjang, kunjungan ke dokter sangatlah penting. Jika Anda mengalami kesulitan untuk fokus pada pekerjaan akibat suatu masalah emosional, jangan merasa malu untuk mencari bantuan para profesional.

Mereka adalah pilihan terbaik untuk membantu Anda dalam situasi seperti ini karena para ahli tentu dapat memberikan solusi terbaik yang disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan Anda. Jangan biarkan masalah Anda berlarut-larut dan mengambil alih kehidupan Anda - cari bantuan yang Anda butuhkan sesegera mungkin, sebelum terlambat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pekerja

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top