Resmi, New York Larang Penggunaan Rokok Elektrik

New York menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat yang melarang rokok elektrik beraroma.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 September 2019  |  14:23 WIB
Resmi, New York Larang Penggunaan Rokok Elektrik
Ilustrasi rokok elektrik - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – New York menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat yang melarang rokok elektrik beraroma.

Pada Selasa (17/9/2019) waktu AS atau Rabu (18/9/2019) WIB, otoritas setempat menyerukan tindakan darurat sebagai tanggapan atas kekhawatiran meningkatnya penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja, ditambah serentetan penyakit paru-paru secara nasional.

Gubernur Andrew Cuomo sebelumnya menggelar pertemuan darurat dengan Dewan Kesehatan dan Perencanaan Kesehatan Masyarakat negara bagian, untuk mempertimbangkan larangan yang diusulkan.

Rapat memutuskan untuk mengetuk palu bagi aturan tentang larangan rokok elektrik. Keputusan ini berlaku untuk semua rokok elektrik beraroma selain mentol.

Departemen Kesehatan negara bagian berjanji untuk memberi masa tenggang 2 pekan kepada para pengecer sebelum melakukan kunjungan lapangan untuk menegakkan larangan yang dimulai pada 7 Oktober 2019.

New York adalah negara bagian kedua di AS yang menerapkan larangan semacam itu, setelah Michigan melakukannya awal bulan ini.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan vaping secara sengaja menggunakan rasa seperti permen karet, Kapten Crunch, dan permen kapas untuk membuat orang-orang muda terpikat pada rokok elektrik, ini krisis kesehatan masyarakat dan berakhir hari ini," kata Cuomo.

Menurut data federal awal yang dirilis minggu lalu, kalangan siswa sekolah menengah yang menggunakan rokok elektrik meningkat lebih dari dua kali lipat selama 2 tahun terakhir, dengan 27,5% melaporkan mereka telah menggunakannya dalam sebulan terakhir.

Pekan lalu, pemerintahan Trump mengumumkan rencana untuk menghapus semua rokok elektrik beraroma dari rak-rak toko.

Sebelumnya, hampir 400 orang di seluruh AS telah terserang penyakit paru-paru, karena konsumsi vaping, enam di antaranya meninggal dunia. Hal ini dinyatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Michael Frennier, Presiden New York State Vapor Association, mengkritik larangan ini dan mengatakan peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru baru-baru ini terkait vaping ilegal dari komponen ganja THC, bukan penggunaan nikotin beraroma. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rokok elektrik, Industri Vape

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top