Gelaran WFC Summit Diharapkan Tingkatkan Ekspor Bunga Indonesia

Maya mengaku dengan acara WFC ini pihaknya sekaligus ingin memperkenalkan bunga tropis Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 21 September 2019  |  14:54 WIB
Gelaran WFC Summit Diharapkan Tingkatkan Ekspor Bunga Indonesia
Ketua Umum WFC Indonesia Maya Solichin (tengah) dan Rinaldy A. Yunadi (dua dari kiri) - Bisnis/Ilham Budhiman

Bisnis.com, NUSA DUA - Gelaran World Flower Council (WFC) Summit 2019 dengan tema "The Tropical Beauty of Indonesia" diharapkan memberikan kontribusi bagi pergerakan sektor ekspor florikultura Indonesia, di tengah masih derasnya bunga impor ke Indonesia.

Bali menjadi tuan rumah WFC di ajang tahunan bagi para pencinta, pelaku industri bunga, kurator dalam skala nasional dan internasional yang sedikitnya dihadiri anggota dari sekitar 20 negara yang digelar 19-22 September 2019.

Ketua Umum World Flower Council Indonesia Maya Solichin mengaku sejauh ini Indonesia masih dibanjiri impor bunga dari luar negeri. Padahal, Indonesia sebagai negara tropis sebetulnya kaya akan bunga yang eksotis.

"Sekarang kita lihat impor bunga sangat luar biasa sekali," ujar Maya di sela-sela gelaran WFC, Sabtu (21/9/2019).

Penggunaan bunga impor, menurutnya, terlihat pada acara dekorasi pernikahan kelas atas. Sedangkan bunga lokal seperti krisan rata-rata hanya dipakai oleh kelas menengah dan ke bawah.

"Kita lihat pernikahan level atas, [biaya] ratusan juta bahkan miliar semua pakai bunga impor untuk dekorasi, lokal kita agak turun," ujarnya.

Maya mengatakan bunga impor tersebut rata-rata berasal dari Belanda maupun China. Sekitar 40 persen, masih menggunakan bunga impor.

Padahal, berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, ada sekitar 173 jenis komoditas tanaman hias dengan ribuan jenis varietasnya di Indonesia. Bunga krisan, misalnya, terdapat 130 varietas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor bunga krisan Indonesia pada 2018 sebesar 59,1 ton dengan nilai Rp8,2 miliar. Bunga tersebut dikirim ke Jepang, Kuwait, Malaysia, dan Singapura. Adapun ekspor tanaman hias lainnya pada 2018 sebesar 4.533 ton.

Tahun ini, BPS mencatat ekspor tanaman hias hingga Mei 2019 mencapai 1.903 ton atau naik 27 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 1.494 ton.

Maya mengaku dengan acara WFC ini pihaknya sekaligus ingin memperkenalkan bunga tropis Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. 

"Saya ingin memberitahukan bahwa negara kita Indonesia tak hanya soal iklim, tetapi our tropical beauty of the flowers, even show it to the world," ujarnya.

Kreator seni dan fesyen, Rinaldy A. Yunardi, dalam acara puncak akan menampilkan sejumlah koleksi hasil kolaborasi dengan para perangkai bunga. Dia berharap pada gelaran ini, kekayaan bunga Indonesia dapat diakui oleh negara-negara lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, tanaman hias

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top