Lukman Sardi: Komunikasi adalah Sensor Terbaik

Teguran yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada beberapa stasiun televisi dan program acara membuat Lukman Sardi, Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018-2020, angkat bicara.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 September 2019  |  10:32 WIB
Lukman Sardi: Komunikasi adalah Sensor Terbaik
Lukman Sardi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Teguran yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada beberapa stasiun televisi dan program acara membuat Lukman Sardi, Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018-2020, angkat bicara.

Lukman Sardi selaku aktor senior menyebut ia sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkannya, namun KPI sebaiknya dapat melakukan diskusi dan mencari solusi dengan pihak terkait atas suatu tayangan yang dinilai perlu diperbaiki.

 “Jika, LSF [Lembaga Sensor Film] ada yang kurang baik, dia [LSF] ngundang. Dia undang pembuat filmnya. Bisa nggak gini, akhirnya terjadi diskusi alangkah lebih baik KPI  seperti itu,” kata Lukman saat ditemui di The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2019).

Pria berusia 48 tahun itu menjelaskan kembali tentang aturan-aturan yang berlaku. Baginya, segalanya bisa dibicarakan dengan baik, bukan langsung menegur begitu saja.

"Aturan di KPI ada seperti ini disebut. Sekarang kalau mau di era modern, digital dilarang aja semua. Ya kan? Aturannya harus jelas banget kalau ini bukan tayangan TV semua sudah disetujui LSF, LSF sudah merespon ini kalau ini umurnya 13 tahun," jelasnya.

"Tanggung jawab masing-masing jelas-jelas sudah ada 13 tahun. Kalau dia bawa 4 tahun, 5 tahun berarti salah kan? Ada orangtua, ada dari pihak bioskop bagaimana menyikapi itu kan harus dilihatnya sebesar itu. Jangan menurut KPI itu nggak bisa. Langsung tegur," sambungnya.

Menurut Lukman hal yang dilakukan KPI kurang efisien, jika menyangkut pembentukan moral masyarakat.

“Moral menurut siapa? Sekarang gua punya moral, KPI punya moral. Siapapun punya moral, tapi apakah gua harus memaksakan moral yang gue punya. Moral itu sekarang jujur paling banyak orang merespons. Merasa paling punya moral. Moral itu rancu karena setiap orang punya batasan, masing-masing moral seperti apa, KPI punya moral yang seperti ini dilihat dulu standarnya seperti apa. Kita nggak bisa memaksakan moral kita,” tambahnya.

Terkait teguran KPI atas tontonan anak seperti Spongebob Squarepants, menurut Lukman,  cukup membingungkan.

“Itu [Spongebob Squarepants] juga saya bingung, itu ada dari dulu Spongebob. KPI yang harus dilakukan jangan cuma membuat larangan, tapi dia tidak melakukan pendidikan terhadap orangtua yang langsung berhubungan dengan anak-anak itu,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpi, lembaga sensor film

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top