Kemampuan Bahasa Anak Meningkat Saat Sang Ibu Responsif

Ternyata, anak-anak yang diasuh dengan tingkat responsif dan kehangatan yang lebih tinggi ternyata tiga kali lebih mungkin untuk memiliki keterampilan bahasa yang kuat.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 26 September 2019  |  13:23 WIB
Kemampuan Bahasa Anak Meningkat Saat Sang Ibu Responsif
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Seorang ibu yang lebih hangat dan responsif dalam interaksi dengan anak-anaknya ternyata dapat membuat anak-anak memiliki keterampilan bahasa yang lebih baik. Fakta ini berlaku pada semua ibu dan anak, berdasarkan penelitian di Kanada.

Peneliti memeriksa data dari 37 studi sebelumnya yang berfokus pada hubungan antara berbagai jenis perilaku pengasuhan dan perkembangan bahasa awal pada anak-anak. Ternyata, anak-anak yang diasuh dengan tingkat responsif dan kehangatan yang lebih tinggi ternyata tiga kali lebih mungkin untuk memiliki keterampilan bahasa yang kuat.

Pengasuhan responsif adalah ketika orang dewasa memperhatikan dengan baik apa yang disinyalkan oleh anak dan memberikan respons yang memenuhi kebutuhan anak.

“Walaupun membacakan cerita atau bermain bersama cukup baik bagi perkembangan anak, pengasuhan yang responsif ternyata jauh lebih baik,” kata Sheri Madigan, peneliti di Universitas Calgary, Kanada, dikutip dari Reuters, Kamis (26/9/2019).

Sejumlah perilaku responsif yang dilakukan orang tua adalah melihat apa yang menjadi fokus anak-anak, dengan antusias berbicara tentang apa yang mereka lihat, dan menggunakan frasa sederhana untuk menggambarkan apa yang dilihat dan dilakukan anak-anak.

Dalam penelitian ini, hubungan antara pengasuhan yang responsif dan keterampilan bahasa bahkan lebih jelas untuk keluarga dengan pendapatan atau pendidikan yang lebih sedikit.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pengasuhan yang responsif sangat membantu kemampuan bahasa semua anak, tetapi mungkin sangat menguntungkan bagi bahasa anak-anak ketika mereka dibesarkan dalam keluarga yang berpenghasilan rendah,” kata Madigan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anak, bayi

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top