Anomali Coffee, Cerita dari Ladang hingga Gelas Pelanggan

Secangkir kopi di atas meja pelanggan merangkum perjalanan panjang dari petani hingga kedai. Anomali Coffee, salah satu brand kopi terkemuka dalam negeri melalui 7 tahap dalam proses penyajian kopi, sejak dari tangan petani hingga pelanggan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  14:55 WIB
Anomali Coffee, Cerita dari Ladang hingga Gelas Pelanggan
FOTO: Anomali Coffee

Bisnis.com, JAKARTA - Secangkir kopi di atas meja pelanggan merangkum perjalanan panjang dari petani hingga kedai. Anomali Coffee, salah satu brand kopi terkemuka dalam negeri melalui 7 tahap dalam proses penyajian kopi, sejak dari tangan petani hingga pelanggan.

Irvan Helmi founder Anomali Coffee menjelaskan, langkah pertama dimulai dengan membangun jaringan dengan koperasi-koperasi petani kopi. Dari situ, Anomali Coffee mendapakan sampel-sampel kopi pilihan yang akan diuji cita rasanya atau dikenal dengan istilah cupping.

"Bagi yang cupping-nya bagus, kami akan ambil, tapi bagi cupping-nya yg kurang memenuhi standar, kami akan memberikan komentar, jadi mereka bisa mengembangkan kualitas, yang juga sangat berdampak pada rasa," jelasnya.

Dia melanjutkan, petani dengan hasil biji kopi yang kurang memenuhi standar juga diberikan pemahaman bagaimana meningkatkan kualitas hasil panennya. Setelah lulus uji cita rasa, biji kopi akan masuk koleksi single origin Anomali Coffee dan siap disajikan kepada pelanggan.

Irvan mengatakan, untuk menjaga kualitas rasa kopi, pihaknya konsisten menggunakan biji kopi dengan skor cita rasa di atas 80 poin. Diketahui, biji kopi dengan skor di atas 80 poin digolongkan sebagai specialty.

Biji kopi dengan skor 81 dan 82 masuk kategori single origin, sedangkan yang di atas itu dilabeli golden. Anomali Coffee saat ini memiliki 8 orang certified Q grader atau penguji cita rasa kopi yang telah tersertifikasi secara internasional.

Irvan mengatakan, untuk mendapatkan biji kopi pilihan dengan skor cita rasa tinggi, pihaknya menyebar banyak jejaring ke petani-petani lokal di banyak daerah Nusantara. Dengan banyaknya pilihan biji kopi tersebut, kegemaran pelanggan juga turut berubah-ubah. Misalnya, biji kopi jenis Jawa Cikuray yang baru saja dipasok 2 bulan lalu, cukup menyedot minat pelanggan untuk mencicipi.

Namun demikian, dia menyatakan, secara keseluruhan, biji kopi dari Sumatera seperti Aceh masih menjadi andalan pelanggan.

"Karena tingkat asamnya yang rendah," ujarnya.

Didirikan pada 2007 oleh Irvan dan rekannya, Muhammad Abgari, saat ini Anomali telah memiliki 16 kedai kopi yang tersebar di 5 kota di Indonesia, antara lain di Jakarta, Bali, Surabaya, Medan dan Makassar. Anomali didirikan sebagai specialty coffee micro roaster dengan kopi asli dari Indonesia. Keberadaan Anomali menjadi kurator kopi Nusantara, memilih kopi dari berbagai daerah Indonesia yang terbaik dan disajikan melalui kedai kopi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top