Joko Anwar: Perempuan Tanah Jahanam tak Sekadar Hadirkan Rasa Takut

Film horor terbaru karya Joko Anwar, Perempuan Tanah Jahanam dijadwalkan akan memeriahkan bioskop tanah air mulai 17 Oktober mendatang.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:52 WIB
Joko Anwar: Perempuan Tanah Jahanam tak Sekadar Hadirkan Rasa Takut
Joko Anwar dan beberapa produser film Perempuan Tanah Jahanam di Epicentrum XXI, Jakarta Pusat pada Kamis (10/10/2019) - Bisnis.com - Ria Theresia Situmorang
Bisnis.com, JAKARTA - Film horor terbaru karya Joko Anwar Perempuan Tanah Jahanam dijadwalkan memeriahkan bioskop Tanah Air mulai 17 Oktober mendatang. 

Film yang antara lain dibintangi Tara Basro, Marissa Anita, Christine Hakim, dan Ario Bayu itu bercerita tentang seorang perempuan bernama Maya yang tiba-tiba diserang oleh orang yang tidak dikenal saat bekerja sebagai penjaga tol. Karena selalu tak merasa beruntung hidup di kota, Maya akhirnya memilih untuk pulang ke kampung halamannya yang identik dengan desa terkutuk.  

Ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta Pusat pada Kamis (10/10/2019), sutradara yang pernah memproduksi salah satu film horor indonesia terlaris Pengabdi Setan, Joko Anwar menyebut tujuan utamanya melahirkan lagi film horor bukan sekedar memberikan sensasi kaget kepada penontonnya. 

"Tujuannya bagaimana bisa membuat film horor yang bukan saja memberikan jump scare sesaat karena dikaget-kagetin, tapi bagaimana membuat film horor yang masuk ke dalam pikiran dan hati. Itu paling sulit. Kalau ngagetin gampang. Kita mau bikin film yang orang pulang (dari bioskop), bisa tetep nempel ceritanya," ujar Joko Anwar. 

Ia pun menambahkan sebagai pencinta film horor, ia seringkali bertanya pada dirinya sendiri apa yang membuat penontonnya ketakutan. Lalu, ia menemukan formula kalau film horor tak selalu harus mengandalkan jump scare untuk membuatkan penontonnya takut. 

"Ketika aku nulis skenario ini, (kalau) takut minta ditemenin. Ketika syuting film ini dan filmnya selesai, aku tanya ini yang nonton siapa, ya? Kok serem. Dari awal-awal nanya gimana bikin film horor yang pembuatnya sendiri takut?" selanya sambil tertawa.

Shanty Harmayn selaku produser dari Base Entertainment menyebutkan memilih genre horor sebagai film produksi lanjutannya setelah Bebas, didasari data penonton film Indonesia yang menyukai genre film horor. 

"Pembicaraan saya sama Joko, terjadi sebelum Pengabdi Setan didistribusikan. Itu pas Joko sebelum syuting Pengadi Setan. Kita ngobrol bagaimana supaya genre horor ini maju terus. Kita enggak di konteks formula yang sama. Let's do that. Kita berdua berangkat dari konteks itu, how to reach different story, fresh idea," jelas Shanty. 

Shanty sendiri menyebut, pihaknya tidak merasa terbebani dengan pencapaian film horor Joko Anwar sebelumnya yakni Pengabdi Setan yang menembus angka lebih dari 4 juta penonton, karena setiap film memang memiliki kapasitasnya masing-masing. 

"Kami tidak memikirkan film yang ini harus mencapai itu. Semua produser kalau mau dapat segitu, alhamdulillah. Tapi kalau maunya kita set bahwa harus segitu, itu beban yang berat banget, susah. Dalam film apapun juga pasti kita lihat kapasitas filmnya seperti apa," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Sutarno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top