Kontroversi di Pasar China, Quentin Tarantino Tak Akan Sensor Film Once Upon a Time in Hollywood

Sutradara film Quentin Tarantino berdiri teguh di tengah kontroversi rencana pemutaran film terbarunya yang berjudul Once Upon a Time in Hollywood (2019) di pasar China.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 Oktober 2019  |  15:30 WIB
Kontroversi di Pasar China, Quentin Tarantino Tak Akan Sensor Film Once Upon a Time in Hollywood
Sutradara film Quentin Tarantino / The Hollywood Reporter

Bisnis.com, JAKARTA – Sutradara film Quentin Tarantino berdiri teguh di tengah kontroversi rencana pemutaran film terbarunya yang berjudul Once Upon a Time in Hollywood (2019) di pasar China.

Dilansir The Hollywood Reporter, Minggu (20/10/2019) Tarantino tidak berniat untuk mempertimbangkan masalah sensor dengan regulator setempat untuk dapat menembus pasar tersebut.

Artinya, dia menerapkan prinsip take it or leave it kepada regulator untuk film anyarnya tersebut. Sebuah tindakan yang sangat berani, mengingat China merupakan pasar film terbesar di dunia yang bisa menyumbangkan banyak pendapatan tambahan.

Film Once Upon a Time in Hollywood yang awalnya direncanakan tayang di pasar tersebut pada 25 Oktober mendatang, telah mengalami penundaan oleh regulator pada Jumat (18/10), atau tepat seminggu sebelum jadwal pemutarannya.

Tidak ada batas waktu yang jelas hingga kapan pihak berwenang China melakukan penundaan. Begitu juga dengan alasan detail terkait penundaan yang dilakukan. Akan tetapi, banyak pihak berspekulasi bahwa hal ini berkaitan dengan penampilan Bruce Lee di film anyar Tarantino itu.

Film tersebut menampilkan kembali beberapa sosok idola jagat perfilman, termasuk bintang asal China Bruce Lee. Sayangnya, film ini menggambarkan sosok Bruce Lee sebagai tokoh yang arogan dan lemah, tidak bisa menang dalam serangkaian perkelahian.

Hal ini mendorong munculnya kontroversi, terutama dari putri Bruce Lee yakni Shannon Lee yang mengajukan permohonan langsung kepada Administrasi Film Nasional China. Dia menuntut perubahan pada penggambaran ayahnya dalam film tersebut.

Akan tetapi, Tarantino diketahui telah menentang semua tuduhan yang masuk kepadanya dan tidak berencana untuk membawa kembali filmnya dalam proses penyuntingan.

Seorang sumber The Hollywood Reporter menyatakan bahwa China kemungkinan besar akan membatalkan perilisan film Once Upon a Time in Hollywood di pasar dalam negerinya. Namun, hingga saat ini belum ada kabar lanjutan setelah pengumuman penundaan dikeluarkan.

Film anyar Tarantino itu dirilis perdana di pasar domestik Amerika Utara pada 26 Juli lalu. Sampai saat ini, film tersebut telah mendatangkan pendapatan total sebesar US$366, juta di pasar domestik dan internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top